Sponsors Link

5 Contoh Konflik Budaya di Indonesia

Sponsors Link

Contoh konflik budaya di Indonesia, menjadi salah satu topik yang selalu menarik untuk dibahas. Sebagaimana kita tahu bahwa Negara kita ini terdiri dari berbagai macam suku dan etnis yang tentunya memiliki keberagaman dalam budaya. Keberagaman ini kemudian memunculkan perbeda budaya antara sagu dengan lainnya. Terlebih lagi, terkadang terdapat pandangan yang saling bertolak belakang antar budaya. Dimana hal yang dianggap biasa dalam budaya A dapat berarti sebaliknya atau dianggap tidak sopan dalam budaya B.

ads

Gambaran hal diatas bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Sebab perbedaan kebudayaan ini juga dapat menjadi sebuah pemicu atau juga menjadi penyebab timbulnya konflik horizontal. Terlebih lagi bagi masyarakat yang masih memiliki pandangan sangat tradisional dan kental, dimana mereka akan mati matian memperjuangkan budaya yang dimiliki. Tidak salah memang, sebab budaya adalah bagian dari hidup dan perjuangan mereka. Maka konflik yang disebabbkan oleh budaya semacam sebuah pertaruhan harga diri.

Melihat Realitas ini maka tidak salah jika kemudian di Indoneaia kerap terjadi konflik yang disebabkan karena perbedaan budaya. Konflik tersebut bahkan sampai menimbulkan korban jiwa yang jumlahnya tidak sedikit. Bahkan kondisi ini dapat mengancam struktur keamanan dalam kehidupan bermasyarakat. Beberapa peristiwa berikut akan dapat mengambatkan betapa konflik antar budaya membawa dampak yang besar. Simak dalam 5 contoh konflik budaya di Indonesia.

  1. Konflik Suku Moni dan Suku Dani Di Papua

Wilayah Papua menjadi salah satu wilayah yang paling sering dilamda konflik, penyebabnya tidak lain adalah salah satunya disebabkan karena perbedaan budaya. Meskipun di wilayah papua sensiri tersebar banyak suku suku yang mendiami, akibat sedikit percikan saja dapat memicu adanya konflik. Perbedaan budaya dinilai ebagai hal yang dapat menjadikan konflik memanas dan berubag menjadi perang antar suku.

Bentrokan yang terjadi untuk kesekian kali ini dipicu rebutan lokasi lahan untuk Jalan Trans Nabire. Padahal ke-2 suku itu sudah pernah melakukan upacara perdamaian sesuai adat adat pegunungan tengah Papua yaitu dengan cara bakar batu. Namun ternyata perang kembali pecaj kendati pemicu utama soal rebutan lahan untuk Jalan Trans Nabire sebagimana  tujuan dan sifat hukum ketenagakerjaan.

Warga Suku Moni dan Suku Dani sudah bersiap-siap untuk perang di Distrik Kuala Kencana, Kampung Jayanti, Timika, Papua. Masing-masing kubu juga melengkapi diri dengan busur dan anak panah yang siap dilontarkan ke arah lawan perang. Tak hanya di ruang terbuka, perang juga berlangsung hingga ke dalam hutan seperti pada contoh kasus sengketa perdata internasional.

Akibat perang antar suku ini, belasan orang dari ke-2 belah pihak mengalami luka-luka. Mereka dievakuasi ke rumah sakit yang berbeda di Timika. Sebenarnya akibat bentrokan yang sudah berlangsung sejak 3 bulan terakhir belasan orang meninggal dunia dan ratusan orang dari ke-2 kubu mengalami luka-luka. Namun ke-2 kelompok masih tetap melanjutkan perang yang entah sampai kapan akan berakhir.

Sponsors Link

2. Konflik Lampung Utara dan Lampung Selatan

Lampung merupakan slah satu provinsi yang berlokasi di wilayah ujung Kepulauan Sumatera. Konflik yang terjadi sekitar tahun 2017 melibatkan masyarakat wilayh Lampung Utara dan lampung Selatan. Konflik ini dilatra belakangi oleh adanya faktor perbedaan budaya. Konflik ini cukup serius hingga menyita perhatian baik media lokal hingga media nasional sebagimana contoh pelanggaran demokrasi.

Konflik besar antara Lampung  Utara dan Lampung Selatan terjadi tepatnya diwilayah Kalianda. dilihat dari akar penyebabnya, kasus !ampung dalam batas batas tertentu dapat dikatakan bersifat klasik.  Meskipun sebagian kalangan melihat konflik antar-kampung di !ampung ini tidak terkait masalah etnisitas mengabaikan faktor ini juga kurang tepat. (engingat secara kasat mata pihak- pihak yang berkonflik memiliki keterkaitan kuat dengan kedua etnis yang terlibat,yakni etnis !ampung dan Bali

3. Konflik Aceh Vs Jawa

Sebuah fakta jika ada yang bilang orang Jawa gampang diterima di mana pun mereka berada. Bukti nyatanya adalah eksistensi mereka yang ‘meng-Indonesia’. Adat kebiasaan yang sopan, perangai yang halus, serta etos kerja yang tinggi membuat masyarakat Jawa gampang diterima disemua wilayah yang mereka datangi sebagimana juga  sanksi pelanggaran hak patendan contoh pelanggaran hak cipta film

Pada kenyataannya, sebenarnya orang Jawa tidak mutlak disukai oleh semua orang di Indonesia. Aceh, adalah salah satu daerah yang bisa dibilang kurang bisa menerima orang Jawa. Sama seperti selentingan yang bilang wanita Sunda terlarang untuk menikahi orang Jawa, ada pula yang bilang kalau orang Aceh tidak menyukai orang-orang Jawa dari dulu.

Adapun alaan konflik antara kedua suku ini juga dilatarbelakangai oleh adanya perbedaan budaya antar keduannya. Ditambah dengan penyebab penyebab antara lain berikut ini :

  • Belanda dan Orang Jawa menyerang Aceh
  • Janji masyarakat Jawa kepada rakyat aceh yang diingkari
  • kish daud bereud yang menegenaskan serta
  • Aceh dijadikan DOM oleh presiden Soeharto.
Sponsors Link

4. Perang Suku Dani dan Damal, Mimika Papua

Konflik berlatar belakang budya kembali pecah diwilyh Papua, kali ini melibatkn Suku Dani dan Damal diwilyah Mimika Papua. edua suku saling serang dengan panah dan tombak. Baku panah terjadi setelah kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan damai. Perang antarsuku ini sudah menelan delapan korban tewas seperti pada contoh kasus pelanggaran ham di masyarakat

Upaya perdamaian yang dilakukan Kepolisian Resor Mimika belum juga menemui titik temu. Salah satu kelompok diduga tetap ingin menyelesaikan pertikaian di antara mereka secara adat. Tak ada korban jiwa dalam perang ini, namun beberapa orang dilaporkan terluka akibat sabetan tombak dan terkena anak panah. Ratusan personel Polres Mimika juga bersiaga di Kwamki Lama untuk mengantisipasi konflik yang terjadi sejak Ahad silam ini meluas.

5. Tragedi Sampit

Konflik Sampit merupakan pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke seluruh provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya. Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura dari pulau Madura. Konflik tersebut pecah pada 18 Februari 2001 ketika dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak.

Konflik Sampit mengakibatkan lebih dari 500 kematian, dengan lebih dari 100.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal.  Banyak warga Madura yang juga ditemukan dipenggal kepalanya oleh suku Dayak. Konflik ini juga dikenal sebagai salah satu tragedi berdarah pada masa itu. Hingga kini perang sampit masih menjadi satu konflik yang paling melegenda dan paling dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai konflik paling mengerikan.

Itulah tadi, 5 contoh konflik budaya di Indonesia. Semoga dapat bermanfaat.

, , ,
Post Date: Tuesday 06th, November 2018 / 09:16 Oleh :
Kategori : Daerah