Sponsors Link

4 Contoh Konflik Antar Golongan yang Pernah Terjadi di Indonesia

Sponsors Link

Konflik dapat timbul dan muncul dimanapun. Penyebabnya pun bermanacam-macam, mulai dari perselisihan, kesalahpahaman, provokasi hingga yang paling umum adalah perbedaan pendapat sebagaimana cara mengatasi konflik antar ras . Dimasyarakat sendiri tentunya kita tidak bisa menghindari apa yang disebut dengan konflik. Sebab konflik dan kehidupan masyarakat tidak bisa dipisahkan. Keduanya merupakan dua sisi mata uang yang akan selelu berdampingan sebagaimana pengertian konflik antar ras .

ads

Dalam kehidupan sosial masyarakat kita akan selalu dihadapkan dengan kelompok atau golongan masyarakat yang ada dalam struktur masyarakat. Biasanya golongan ini terbentuk sebagai sebuah hasil atau buah dari sebuah fenomena. Misalnya saja kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan dalam mendukung tim sepak bola yang sama. Maka pastinya mereka kemudian akan membentuk golongan suporter yang menjadi pendukung tim tersebut.

Dengan demikian maka, setiap individu yang memiliki pola, pendapat dan pemikiran yang sama akan sesuatu pasti akan berada dalam golongan yang sama. Sebaliknya mereka yang memiliki pendapat lain dan bersebrangan tentu akan membentu golongan pesaingnya. Fenomena ini merupakan bentuk dari negara yang berdemokrasi, namun kondisi ini pasti akan menimbulkan ketegangan antar dua golongan tadi salah satunya sebagai penyebab konflik antar ras . Sebagai contoh berikut 4 contoh konflik antar golongan yang pernah terjadi di indonesia.

1. Konflik Antar Suporter Sepak Bola

Tentunya kita sudah sangat sering mendengar mengenaininsiden konflik yang melibatkan dua golongan suporter pendukung tim dapat sepak bola. Sepertinya konflik antar suporter sepak bola telah menjadi bagian dari persepakbolaan negeri ini. Sebab srtiap tahun kompetisi pastinya berita menenai kerusuhan pertandingan dan tawuran antar suporter kerap menghiasi headline berita, baik media cetak ataupun elektronik sebagaimana juga penyebab perang israel dan pelestina . Entah sudah menjadi budaya atau memang merupakan sinyal dari ketidakdewasaan suporter dalam menjunjung spotivitas dalam olah raga ini.

Pastinya tawuran dan kerusuhan antar suporter sudah menjadi hal biasa. Tentunya hal ini sangat berpengaruh pada kondisi konpetisi olah raga ini sendiri. Sebut saja golongan yang paling sering terlibat kerusuhan adalah Jackmania yang merupakan supporter bola dari Persija Jakarta melawan Bobotoh yakni para pendukung fanatik Persib Bandung. Kedua tim bola tersebut memang dikenan sebagai tim yang memiliki basis pendukung tersebesar, sebab keduannya merupakan tim besar dan langganan juara kompetisi.

Sponsors Link

Koflik antar suporter ini menjadi salah satu contoh konflik amntar golongan yang kerap terjadi hingga kini. Baru-baru ini bahkan kita mendengar kerusuhan suporter pada laga persib Bandung melawan Arema Malang. Kerusuhan bahkan menyebabkan beberapa korban mengalami luka-luka. Tentunya kejadian yang sama akan kembali terulang dan terus terulang jika kedewasaan para pendukung fanatik klub sepakbola tidak meningkat. Sebab pastinya mental penyulut kerusuhan dan tawuran hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki pemikiran layaknya anak SMA.

2. Konflik Antar Pendukung Jokowi dan Prabowo

Konstelasi politik menjelang pilpres 2019 mulai kembali memanas. Rivalitas pada pilpres 2014 antara Jokowi dan Prabowo Subianto diprediksi akan kembali terulang. Sebab Jokowi selaku incumbent kembali akan mencakonkan diri melalui parta PDI Perjuangan yang telah mendeklarasikan hal tersebut. Sebaliknya di kubu Prabowo dari parta Gerindra disinyakir sedang mencari momentum untuk melansungkan deklarasi. Tentunya rivalitas keduannya juga melibatkan kedua pendukung fanatik dari kedua tokoh politik yang berpengaruh ini.

Menjelang 2019, sepertinya situasi politik mulai memanas. Rivalitas kedua pendukung dapat dilihat dari perang komen di media sosial, perang hastag, hingga berujung pada sebuah insiden yang baru-baru ini terjadi. Dalam Car Free Day jakarta pekan lalu,terjadi sebuah insiden yang menimbulkan konflik antar dua golongan pendukung capres ini. Disinyalur telah terjadi diskriminasi yang dilakukan oleh golongan yang menggunakan kaos hitam dengan tulisan #gantipresiden2019 yang diduga merupakan pendukung dari kubu Prabowo atau kubu lain yang pastinya ingin menggantinpresiden pada 2019.  kepada seorang ibu-ibu yang menggunakan kaos berwarna putih dengan tulisan #diasibukkerja.

Insiden ini sendiri cukup melukai terutama bagi para kaum wanita. Sebab pelaku persekusi kebanyakan adalah seorang pria. Menyikapi hal ini, tentunya seharusnya indisden ini jangan sampai terjadi. Sebab pastinya CFD sendiri bukan merupakan ajang untuk kampaye. Namun, mengesampingkan hal tersebut tentunya hal ini sendiri bisa dikatakan cukup miris. Perbedaan pandanfan politik memang mutlak menjadi hak setiap individu. Namun, seharusnya disikapi dengan prilaku dewasa dan bukan prilaku anarkis sebagaimana dalam penyebab israel dan pelstina berperang .

3. Konflik Antar Golongan yang Pro Ahok dan Kontra Ahok

Jika anda mengingat kembalu konflik ini maka tentunya akan ada pihak yang pro dan kontra atas kasus ini. Kasus peleehan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI jakarta yakni Basuki Tjahya Purnama atau yang kerap disapa Ahok. Konflik antar golongan ini dinilai cukup memanas. Sebab didalamnya terdapat beberapa kepentingan. Pada kenyataannya Ahok dinyatakan bersalah dan kemudian dijatuhi hukuman selama 2 tahun.

Banyak yang menilai kasus ini memiliki banyak unsur politik yang dibalut dengan agama. Tentunya jika telah berbicara mengenai agama pastilah golongan yang bersangkutan akan melakukan pembelaan mati-matian. Konflik ini bisa dikatagorikam bukan hanya konflik antar dua golongan yang pro dan kontra. Namun juga mengarah kepada konflik agama dan isu sara. Pastinya ada banyak pembelajaran yang bisa kita ambil dari kasus ini. Kodisi ini memacu kita untuk kembali meningkatkan toleransi antar agama sehingga tidak mudah terpecah belah oleh adanya isu sara sebagai salah satu dampak konflik agama  .

Sponsors Link

4. Konflik Antar Golongan Pendukung Transportasi Online Vs Konvensional

Berbicara mengenai teknologi dan era digital yang tentunya sudah sangat kita rasakan juga ikut mempengaruhi sektor transportasi. Pertumbuhan transportasi online di Indonesia seperti jamur yang tumbuh di musim hujan. Perkembang dengan sangat pesat dan cepat seiring dengan permintaan konsumen. Tentunya ini yang kemudian memberikan dampak langsung kepada pelaku transportasi konvensional. Pastinya merekalah yang paling terdampak dari semakin pesatnya perkembangan transportasi online.

Kerap terjadi benterokan dan kerusuhan  antar kedua golongan teesebut. Sebab transportasi konvensional merasa dirugikan karena pendapat mereka turun drastis. Peminat transportasi onlinepun lebih besar ketimbang transportasi konvensional sebab dinilai jauh lebih murah dan pastinya menguntungkan para penggunanya. Konflik antar keduanya memang sempat meredam namun bisa kembali memanas jika pemerintah sebagai ciri-ciri demokrasi terpimpin  tidak secara tegas menyelesaikan konflik ini.

4 contoh konflik antar golongan yang pernah terjadi di indonesia. Tentunya merupakan konflik yang tidak bisa disepelekan sebab dampaknya bisa sangat fatal. Mulai dari mengancam keamanan dan kenyamanana masyarakat juga berdampak pada perpecahan dan hilangnya rasa persatuan dan kesatuan yang bisa mengancam NKRI. Semoga dari konflik ini kita dapat belajar dan semakin dewasa dalam kehidupan bermasyarakat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Thursday 03rd, May 2018 / 09:40 Oleh :
Kategori : Daerah