Contoh Kejahatan Tanpa Korban di Indonesia

Setiap negara di dunia ini pasti tidak akan luput dari adanya kejahatan. Ada beberapa kejahatan yang dapat ditemukan, seperti kejahatan korporasional, kejatahan transnasional, kejahatan kerah putih, kejahatan kerah biru, dan juga kejahatan tanpa korban. Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai tindakan kejahatan yang terakhir, kejahatan tanpa korban.

Bagi anda yang masih belum mengetahui, kejahatan tanpa korban ialah sebuah tindakan yang tidak menyebabkan adanya korban dari segi material atau fisikal. Jadi, bisa diambil kesimpulan bahwa tindakan kejahatan tanpa korban ini merupakan tindakan yang tercela, umumnya melanggar norma masyarakat yang ada, yang sebenarnya hanya merugikan si pelaku itu sendiri. Pada kasus ini masih belum ada pasal KUHP yang bisa memasukkan para pelaku ke dalam jeruji besi, namun lain halnya dengan pasal perjudian togelpasal perjudian online dan juga salah satu bentuk kejahatan lainnya yaitu korupsi, yang memiliki porsi hukumannya sendiri dalam hukuman bagi penuduh zina. Banyak sekali bentuk dari kejahatan tanpa korban yang ada di sekitar kita, yang tanpa kita sadari keberadaannya.

Baru-baru ini dunia diramaikan dengan adanya seruan toleransi terhadap kaum LGBT yang semakin merebak, bahkan di Indonesia. Tentunya aparat tidak bisa mengeluarkan hukuman kepada mereka, karena sesungguhnya mereka tidak melanggar suatu aturan yang bisa menjurus kepada hukum. Hanya saja, terjadi kontroversi di mana para politisi di DPR akan berupaya untuk membuat tindakan LGBT ini bisa masuk kedalam pasal KUHP, yang berarti bisa memenjarakan siapa saja yang terbukti melakukan hubungan seksual yang menyimpang tersebut. Yang jelas, seharusnya hukuman yang mereka dapatkan tidak lebih keras dari pada hukuman seumur hidup menurut Pasal 10 KUHP dan penyebab hukuman mati di Indonesia yang diberikan seperti pada hukuman koruptor di China.

Salah satu contohnya seperti kasus penggunaan narkotika yang sekarang sudah ada hukumnya. Namun apakah dengan pembatasan LGBT tadi, para aparat juga akan melanggar hak asasi manusia mereka sebagai warga negara Indonesia? Lalu bagaimanakah contoh kejahatan tanpa korban lainnya yang masih belum kita bahas? Mari kita simak informasi selengkapnya pada penjelasan paragraf di bawah ini. Alangkah baiknya kita bisa mengerti terlebih dahulu apa itu kejahatan tanpa korban.

Kejahatan Tanpa Korban

Tipe kejahatan ini merupakan tipe kejahatan yang masih abu-abu di dunia mengenai soal hukuman. Kecuali narkotika, masih banyak bentuk dari kejahatan tanpa korban yang masih belum memiliki aturan yang jelas untuk memberikan sanksi atau hukuman yang jelas kepada siapa saja yang terbukti melakukannya.

Penegakan untuk tindak kejahatan ini juga cukup sulit, karena mengingat ada suatu hal yang penting di sini yang harus tetap dijaga untuk bisa menghormati keberlangsungan hidup rakyat Indonesia di negara ini, yaitu jenis-jenis Hak Asasi Manusia. Karena tindakan ini juga bukan merupakan salah satu bentuk dari penyebab konflik horizontal maupun penyebab pelanggaran HAM vertikal, kejahatan tanpa korban ini sulit untuk bisa dimasukkan ke dalam KUHP.

[AdSense-B]

Untuk itulah, perlu dilakukan penelitian mendalam untuk bisa menentukan apakah ada beberapa contoh dari kejahatan tanpa korban ini yang seharusnya bisa mendapatkan perlakuan khusus di mata hukum, seperti pada kasus narkoba. Sampai sekarang, pendapat mengenai bagaimana perlakuan yang akan diberikan kepada kejahatan tanpa korban ini, khususnya pengenaan hukuman yang dapat melanggar HAM pelaku masih belum jelas.

Tipe Kejahatan Tanpa Korban

Berbeda dengan contoh kejahatan kerah putih dan contoh kejahatan korporasi, kejahatan ini tidak menimbulkan korban lain yang bisa mendapatkan kerugian dari tindakan atau kegiatan yang diberikan oleh pelaku. Justru pelaku itu sendiri yang sebenarnya adalah korban dari tindakannya. Contohnya adalah narkoba, yang secara perlahan dapat merusak seorang individual lewat fisik dan juga psikisnya.

Selain dari penggunaan narkoba, ada juga tindakan lain seperti meminum minuman keras beralkohol yang bisa memabukkan si pengguna. Tentu saja bukan menjadi rahasia lagi  bahwa kehidupan malam terutama di kota besar selalu melibatkan jenis minuman seperti ini pada pergaulan mereka. Lalu apakah mereka akan ditindak dengan pasal hukum? Tentu saja tidak, karena perbuatan mereka masih belum diatur dalam UU KUHP, dan biasanya mereka akan mendapatkan bimbingan saja.

Contoh lainnya adalah kasus perjudian. Bila kita melihat pada aktivitas perjudian ini, maka kita bisa sadar bahwa tidak ada korban lain yang akan merugi, karena perjudian biasanya akan melibatkan beberapa orang yang berada pada satu arena perjudian. Namun dilain sisi, uang yang digunakan untuk berjudi biasanya merupakan uang keluarga mereka sendiri. Untuk itulah, dibalik dari aktivitas perjudian yang terlihat tidak menyangkut pautkan siapapun diantara mereka, ada keluarga yang jadi korban. Untuk meminimalisir kerugian keluarga akibat sifar rakus dari para penjudi, maka dibuatlah aturan-aturan hukum untuk bisa menjerat para pelakunya.

Kontroversi

Salah satu hal yang menjadi kontroversi di sini adalah mengani hukuman yang diberikan kepada para pelaku kejahatan ini. Apakah mereka pantas mendapatkannya? Kalaupun iya, maka bagaimana alasan yang dapat diberikan mengenai hal tersebut? Dan apakah hal tersebut sesuai dengan adanya kelebihan Demokrasi Pancasila beserta contoh Demokrasi Pancasila yang ada di Indonesia?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut masih sangat sulit untuk dijawab dengan pasti, karena untuk membuat suatu aturan hukum tertentu perlu dilakukan beberapa pertimbangan penting agar aturan yang telah dibuat tadi tidak menyebabkan kasus-kasus atau bentuk protes lainnya di masa yang akan datang.

Untuk itulah, para pembentuk kebijakn seharusnya selalu merujuk kepada aturan yang sudah jelas terkandung di dalam prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila yang ada di Indonesia dan mengikuti pedoman hidup berbangsa dan bernegara tersebut. Dan persoalan mengenai perilaku LGBT yang dinilai menyimpang tersebut, perlu dilakukan pendekatan agar para pelaku yang terkait dengan tindakan tersebut bisa mendapatkan sanksi yang sesuai tanpa mengurangi hak mereka sebagai warga negara yang dapat hidup dengan bebas.

Bagaimana Mengatasi Kejahatan Tanpa Korban

Apabila kita bertanya bagaimana cara untuk bisa mengatasi kejahatan ini setelah mengetahui apa saja contoh kejahatan tanpa korban ini, maka tidak ada yang lebih benar dibandingkan dengan pemumpukan karakter sejak dini. Di sinilah keluarga sangat berperan penting, disamping adanya pedoman prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila.

[AdSense-C]

Keluarga bisa menanamkan rasa saling percaya, dan mengajarkan tentang norma-norma yang ada di masyarakat, mana yang boleh dan tidak dilakukan, dan menyempurnakannya dengan pelajaran agama.  Itulah cara terbaik yang bisa dilakukan orang tua yang bisa mereka lakukan kepada anak mereka.

Lalu, apabila semua sudah terlanjur terjadi, sebuah keluarga seharusnya masih bisa menerima bagaimanapun kondisi si pelaku. Karena dengan adanya kedekatan dan saling memaklumi dan memaafkan diantara mereka, diharapkan pribadi dari pelaku tersebut bisa perlahan pulih menjadi lebih baik lagi.

Itulah tadi beberapa contoh kejahatan tanpa korban yang dapat ditemukan di sekitar kita. Meskipun mereka melakukan berbagai tindakan tadi dengan sadar, bukan berarti kita bisa mengadili mereka dengan menyebut mereka sebagai orang yang kotor, orang yang bodoh dan lain sebagainya. Jadi apabila dimungkinkan, kita sebagai orang lain yang tidak melakukan tindakan tersebut bisa mengetahui sebab mengapa mereka bisa bertindak seperti itu terlebih dahulu, kemudian mencegah hal serupa terjadi di keluarga kita sendiri.sd