Contoh Kejahatan Cyber Crime di Indonesia

Seperti yang telah kita telah ketahui, bermacam-macam kejahatan terjadi di dunia ini. Dimulai dari tipe kejahatan yang dilakukan untuk memberikan dampak buruk pada diri sendiri yang telah diatur dalam beberapa pasal seperti pada pasal perjudian togel dan juga pasal perjudian online. Namun, selain dari kejahatan yang hanya merugikan diri sendiri tersebut, juga ada tipe kejahatan lainnya yang memberikan dampak buruk bagi manusia lainnya.

Tentu aturan mengenai hal tersebut jauh berbeda dengan tipe hukuman ringan yang lainnya. Contohnya, para penjahata korupsi yang akhirnya mendapatkan hukuman setara sesuai dengan apa yang dilakukannya pada hukuman seumur hidup menurut Pasal 10 KUHP. Bentuk dari kejahatan juga dapat dibedakan, menjadi dua hal yaitu kejahatan fisikal dan emosional. Pada jenis kejahatan yang pertama, contohnya dapat kita temukan dengan mudah di kehidupan sehari-hari, seperti adanya tindakan premanisme yang dilakukan di pasar-pasar, maupun tindakan bullying yang terjadi di sekolah.

Untuk tipe yang kedua ini, banyak sekali sumber yang bisa memberika dampak buruk bagi korbannya. Contohnya erat dengan kehidupan kita sebagai manusia yang selalu disertai dengan gadget yang erat dengan kita, yaitu tindakan ujaran kebencian yang dilakukan pada beragam media sosial yang ada pada gadget anda. Selain ujaran kebencian, bentuk lain dari kejahatan ini adalah adanya penyebaran informasi palsu yang bisa mengakibatkan ketakutan dan keragu-raguan masyarakat luas mengenai suatu topik tertentu.

Akhir-akhir ini, para manusia di Indonesia semakin menjadi-jadi dengan disampaikannya kampanye kotor dengan melakukan hinaan kepada presiden atau calon presiden. Meskipun hukuman yang didapatkan oleh pelaku yang melakukan tindakan-tindakan tersebut, tentunya mereka tidak mendapatkan hukuman yang berat seperti pada penyebab hukuman mati di Indonesia dan hukuman koruptor di China, namun tentunya lebih dari aturan mengenai contoh kejahatan tanpa korban.

Tapi apakah tindakan-tindakan tersebut sudah termasuk ke dalam tindakan Cyber Crime? Bila tidak, apa yang menjadi pembeda diantara mereka? Mari kita pelajari terlebih dahulu mengenai apa sebenarnya arti dari Cyber Crime sebelum masuk lebih lanjut pada contoh kejahatan cyber crime.

Perkembangan Teknologi di Dunia

Berbicara mengenai teknologi, kita tidak bisa memisahkan ketergantungkan kita terhadap satu hal tersebut. Dengan adanya perkembangan teknologi, maka kita sebagai manusia dapat terbantu dengan banyak sekali produk yang bisa memperbuat pekerjaan kita jauh lebih mudah dari sebelumnya. Itulah merupakan satu hal dari banyak hal positif yang bisa didapatkan dari adanya perkembangan teknologi yang pesat akhir-akhir ini.

Namun untuk beberapa orang, hal tersebut dimanfaatkan sehingga bisa merugikan orang lain dan menguntungkan diri mereka sendiri. Lain halnya dengan contoh dari contoh kejahatan kerah putih ataupun contoh kejahatan korporasi yang mempunyai materialitas yang cukup tinggi, kejahatan dengan menggunakan cuber crime ini secara umum tidak memiliki tingkat kerugian sebesar kedua kejahatan tadi.

[AdSense-B]

Tipe kejahatan di dunia maya ini tentunya memiliki bentuk dan resiko yang berbeda-beda, tergantung dari kemampuan si pelaku itu sendiri. Namun sebenarnya, kita bisa mempelajari bagaimana cara untuk mencegahnya agar tidak sampai terjadi pada diri kita.

Cyber Crime

Mengenal lebih lannut mengenai cyber crime ini, pada dasarnya hal yang perlu kita tahu adalah penyalahgunaan internet dan hardware. Hardware di sini adalah perangkat komputer, laptop, atau gadget lainnya yang digunakan sebagai alat untuk melakukan beberapa tindakan cyber crime ini, yang banyak merugikan masyarakat.

Selain dengan adanya penipuan seperti cara melaporkan penipuan sms, scamming, atau bahkan pencurian data di internet, para pelaku juga diancam hukuman yang berat, hampir namun masih belum seimbang dengan contoh kasus pelanggaran HAM berat.

Tentu saja, dengan melakukan tindakan kejahatan tadi melalui media internet, maka sang pelaku tadi bisa aja melanggar hak ketentraman dan kedamaian lalu menyebabkan penyebab pelanggaran HAM vertikal ataupun penyebab konflik horizontal.

Dalam cyber crime sendiri, seorang pelaku bisa melakukan dua tindakan penting yang merupakan pokok dari adanya kejahatan ini sendiri. Yang pertama adalah, melakukan pencurian akses terhadap komputer milik orang lain. Dan yang lainnya adalah untuk menimbulkan suatu kerugian bagi seorang invididu atau kelompok, seperti pencurian data, situs web yang dihack, perusakan sistem dengan berbagai jenis virus, dan juga akses terhadap tindak kriminal lainnya seperti human trafficing dan jual beli narkotika.

Bedanya dengan kejahatan di dunia nyata

Tentu saja, hal yang paling signifikan yang digunakan sebagai pembeda antara kejahatan di dunia nyata dan dunia maya adalah media nya. Jika pada dunia nyata, seringkali media yang digunakan adalah fisik yang dimiliki oleh manusia, entah itu indra mulut, tangan, kaki, atau telinga.

Dengan menggunakan kekuatan fisiknya, seseorang juga bisa melakukan penindasan kepada orang lain. Orang pun bisa mengejek atau menghardik seseorang dengan mudahnya menggunakan mulut mereka, yang akhirny seringkali berujung pada pertengkaran.

Bila pada cyber crime, media yang digunakan untuk melakukan perilaku kejahatan adalah komputer, laptop, ataupun segala bentuk gadget yang dimiliki. Hanya dengan posisi tiduran saja, seseorang bisa membobol brankas bank dengan mudahnya melalui hacking skill yang ia miliki.

Yang jelas, kedua bentuk kejahatan yang dilakukan entah itu di dunia nyata ataupun dunia maya, akan memberikan dampak buruk karena melanggar beberapa jenis-jenis Hak Asasi Manusia yang bahkan nantinya ahak mendapatkan hukuman yang bisa saja lebih berat daripada hukuman bagi penuduh zina terutama apabila terkait dengan kasus yang besar.

[AdSense-C]

Jenis Cyber Crime

Cyber crime juga memiliki banyak sekali jenis yang tentu saja kesemuanya bertolak belakang dengan adanya prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila. Kami akan sebutkan beberapa jenis dari kejahatan ini yang bisa anda lihat dengan lebih jelas lagi pada paragraf di bawah ini :

  1. Illegal Contents

Mulai dari yang pertama yaitu illegal contents. Tipe kejahatan ini seringkali dapat dengan mudah kita temukan pada sosial media yang beredar saat ini. Anda bisa melihat sendiri pada sosial media anda sendiri bahwa ada konten-konten yang sebenarnya tidak aman untuk dipertontonkan di muka umum seperti gambar pornografi, gore images, dan juga berita hoax yang belakangan ini kembali marak diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia.

  1. Espionage

Kebanyak pelaku tindakan espionase ini adalah negara-negara maju yang tengah bersaing dengan negara-negara lainnya yang dianggap paling potensial. Jadi mereka menggunakan internet sebagai media untuk menjadi mata-mata bagi mereka. Melihat bagaimana perkembangan negara pesaing dengan detail.

  1. Carding

Mirisnya banyak sekali anak muda yang melakukan praktek ini di Indonesia, dan akhirnya ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Memang, praktek carding ini merupakan cara cepat untuk bisa mendapatkan uang, karena para pelakunya harus melakukan pencurian kartu kredit terlebih dahulu. Lalu kartu kredit yang sudah didapatkan tadi akan digunakan kembali untuk berbelanja atau hal lainnya.

  1. Hacking

Mungkin kita sudah tidak asing dengan istilah Hack. Banyak sekali orang di Indonesia yang sangat takut apabila suatu saat sosial media mereka akan dihack oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk tujuan tertentu seperti menyebarkan informasi hoax, membuat status yang jorok atau bisa memicu konflik. Namun hacking tidak terlepas dari hal simple itu saja. Apabila seseorang bisa serius mempelajari prakte hacking ini, maka ia pun bisa mencuri uang pada bank-bank skala internasional sekalipun.

  1. Cyber Terorism

Tindakan cyber terorism ini meruapakan segala bentuk cyber crime yang menarget instansi negara atau militer.

Contoh kejahatan Cyber Crime di Indonesia

Ada beberapa contoh kejahatan cyber crime yang cukup terkenal yaitu penggelapan uang di bank yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa pada sekitar tahun 1991. Bank swasta tersebut merugi hingga Rp372 juta. Contoh lainnya adalah pencurian data project antara Indonesia dengan Korea Selatan pada era presiden SBY.