Sponsors Link

6 Contoh Kasus Intoleransi di Indonesia Paling Menghebohkan

Sponsors Link

Contoh Kasus Intoleransi di Indonesia, menjadi salaah stau topic yang selalu menarik untuk dibahas. Sebagaimana kita ketahui bahwa Negara kita merupakan Negara yang sanat beragam baik dari segi budaya, suku hingga agama yang berbeda beda. Tentunya toleransi menjadi slah satu bagian yang sudah sangat akrab dan menjadi cikal bakal dari lahirnya bangsa Indonesia. Berkebalikan dari itu, munculnya paham intoleransi menjadi salah satu hal wajib untuk menjadi perhatian, terutama intoleransi dalam bidang keagamaan.

ads

Intoleransi beragama adalah suatu kondisi jika suatu kelompok (misalnya masyarakat, kelompok agama, atau kelompok non-agama) secara spesifik menolak untuk menoleransi praktik-praktik, para penganut, atau kepercayaan yang berlandaskan agama. Namun, pernyataan bahwa kepercayaan atau praktik agamanya adalah benar sementara agama atau kepercayaan lain adalah salah bukan termasuk intoleransi beragama, melainkan intoleransi ideologi.

Kata intoleransi berasal dari prefik in- yang memiliki arti “tidak, bukan” dan kata dasar toleransiyang memiliki arti sifat atau sikap toleran; batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan; penyimpangan yang masih dapat diterima dalam pengukuran kerja.” Dalam hal ini, pengertian toleransi yang dimaksud adalah “sifat atau sikap toleran, Kata toleran (adj) sendiri didefinisikan sebagai “bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.”

Barangkali 6 Contoh Kasus Intoleransi di Indonesia yang menghebohkan terjadi berikut ini akan kembali membuka mata kita bahwa sikap intoleransu ternyata dapat tumbuh dimnapun.

Bom Bunuh Diri di Gereja Katolik St Yosep Medan

Kronologi berawal dari Pelaku berinisial IAH itu ikut duduk di dalam Gereja Katolik St Yosep Medan dan berpura-pura menjadi jemaat. IAH langsung mendekati Albert dengan membawa sebilah pisau dan bom rakitan di dalam tas. Tetapi, belum tiba di depan altar, muncul percikan api dari tas ranselnya. Tas itu kemudian ikut terbakar.

Melihat gelagat remaja yang mencurigakan, Albert berlari dan menghindar. Tetapi, IAH tetap mengejar Pastor Albert sehingga membuat jemaat heboh dan berhamburan berlari ke luar gereja. Sebagian mencoba menyelamatkan Albert dengan menangkap IAH. Usai tertangkap, ia kemudian memisahkan tas dari pelaku. Beruntung, bom belum sempat meledak sebagimana  penyebab konflik antar agama dan akibat konflik antar agama dalam masyarakat majemuk, ataupun penyebab konflik sosial.

Teror Simpatisan ISIS di Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda

Aksi teror yang dilakukan oleh simpatisian ISIS di Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda Kalimantan Timur, pada Minggu, 13 November 2016. Seorang pria meledakkan bom rakitan di halaman gereja ketika jemaat melakukan kebaktian. Seorang balita usia dua tahun bernama Intan Olivia Marbun meninggal akibat luka bakar yang sangat parah. Sementara tiga anak lainnya mengalami luka yang tak kalah serius. Padahal sebelum peristiwa nahas ini terjadi, anak-anak tersebut tengah bersuka cita bermain di halaman gereja.

Larangan Beribadah Bagi Para Biksu di Tangerang

Sebuah video yang menampilkan seorang biksu dan umatnya dilarang beribadah di Desa Babat, Kecamatan Legok, Tangerang, viral di media sosial. Kejadian ini berawal dari adanya penolakan warga atas rencana kegiatan kebaktian umat Budha dengan melakukan tebar ikan di lokasi danau bekas galian pasir di Kampung Kebon Baru, Desa Babat aeperti juga  contoh kejahatan kemanusiaancontoh kejahatan korporasi, maupun contoh kejahatan kerah putih.

masyarakat juga sempat meminta Mulyanto Nurhalim selaku biksu di kampung tersebut untuk pindah dari sana. Pasalnya, warga resah karena melihat biksu tersebut melakukan ibadah dengan mengundang jemaat dari luar, hingga menganggap biksu tersebut akan mengajak orang lain untuk masuk agama Budha. Namun, warga ternyata salah paham, karena yang datang ke situ sekadar memberi makan biksu saja. Meski demikian, kejadian ini telah diselesaikan secara kekeluargaan usai polisi dan seluruh elemen masyarakat setempat melakukan musyarawarah.

Sponsors Link

Pembubaran Kebaktian Oleh Ormas Islam di Sabuga, Bandung

Organisasi keagaamaan yang mengatasnamakan diri mereka Pembela Ahlu Sunnah (PAS), menggelar unjuk rasa menolak digelarnya kegiatan kebaktian di Gedung Sabuga, Bandung, Ketua Pembela Ahlus Sunnah (PAS) Muhammad Roin, seperti dikutip dari Antara, meminta penyelenggara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) memindahkan kegiatan keagamaan tersebut ke rumah ibadah, bukan di fasilitas umum. Setelah berdiskusi, panitia pelaksana KKR sepakat menuruti permintaan massa dengan menghentikan kebaktian sesi kedua yang mestinya digelar pada malam hari.

  1. Tudingan Aksi Krostenisasi di Yogyakarta

Sejumlah massa mengatasnamakan diri mereka Front Jihad Islam (FJI) dan beberapa ormas lainnya, membubarkan secara paksa acara bakti sosial yang digelar Gereja Katolik Santo Paulus Pringgolayan, Bantul, Yogyakarta. Mulanya, jemaat Gereja Santo Paulus akan menjual sembako murah sebagai bagian dari acara perayaan ulang tahun gereja. Namun aksi ini terpaksa dibatalkan karena dianggap upaya kristenisasi.

Aksi Penyerangan di Klenteng,. Kediri

Sabtu (13/1/2018) malam, seorang pria menggunakan sepeda motor menerobos masuk ke Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Jalan Yos Sudarso, Kediri, Jawa Timur. Dilansir dari beritajatim.com, tempat ibadah bagi etnis Tionghoa yang letaknya berada di tepi Sungai Brantas ini dilempari batu sekitar pukul 21.30 WIB. Lemparan pelaku mengenai jendela dari bahan kaca. Akibatnya, kaca jendela pecah.

Itulah tadi, 6 Contoh Kasus Intoleransi di Indonesia yang menghebohkan, semoga dapat bermanfaat.

, ,
Post Date: Sunday 28th, April 2019 / 06:12 Oleh :
Kategori : SARA