Beberapa Contoh Hukuman yang Tidak Tertulis

Untuk dapat menertibakan masyarakat, perlu diciptakan suatu aturan dengan kedudukan yang tinggi untuk bisa memberikan keteraturan bagi masyarakat luas. Suatu hukum tertentu yang akan dianut oleh sebuah pemerintahan harus memikirkan atau mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu seperti bentuk pemerintahan itu sendiri dan budaya masyarakatnya. Dari sana, bisa dimunculkan ide untuk membentuk beberapa hukum yang akan diaplikasikan seperti macam macam hukum di Indonesia, macam macam hukum perdata, dan juga macam macam hukum positif yang akan dikenakan untuk siapa saja yang melakukan tindak kejahatan tertentu.

Meskipun dalam cakupan nasional ada hukum yang sudah dibentuk, tapi dalam beberapa masyarakat ada bentuk lain dari hukum yang diciptakan di lingkungan mereka sendiri, yang harus dilaksanakan dan dipatuhi oleh siapa saja yang akan tinggal pada lingkungan tersebut. Peraturan tersebut biasanya bersifat mengikat dan memaksa, sama seperti hukum yang berjalan pada umumnya.

Sebagai contoh Indonesia, negara yang memiliki banyak sekali suku dan ras. Di dalam kehidupan masyarakatnya, ada hukum-hukum yang diterapkan pada masyarajat tertentu, dan harus dihormati oleh siapa saja yang mengunjungi atau menjadi bagian dari masyarakat tersebut. Seringkali, hukum ini disertai dengan adanya sanksi yang beragam, mulai dari adanya teguran sampai dengan dikucilkan oleh masyarakat. Biasanya hukum seperti ini terlahir turun temurun dan sudah menjaid tradisi dari masyarakat tersebut. Dan sebenarnya, sistem hukum yang ada pada masyarakat ini sebenarnya bukan menjadi bagian dari sistem hukum Indonesia saat ini yang memiliki beberapa aturan di dalamnya mengenai beberapa persoalan seperti  hukuman bagi penuduh zina dan juga hukuman seumur hidup menurut Pasal 10 KUHP. Namun, dapat ditemukan beberapa persamaan dari hukum yang berlaku di masyarakat ini dengan hukum yang berlaku untuk umum.

Hukum yang ada pada masyarakat ini seringkali tidak memiliki bentuk, jadi pada umumnya hanya berupa norma. Oleh karena itu, hukum ini termasuk dalam hukum yang tidak tertulis. Selain norma, sebenarnya ada contoh lain yang menjadi bagian dari contoh hukum yang tidak tertulis. Simak informasi selengkapnya pada penjelasan di bawah ini :

Hukum di Indonesia

Untuk bisa mengatur kehidupan masyarakat yang sangat beragam ini, pemerintahan Indonesia  membuat suatu hukum yang memuat beberapa aturan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hukum tersebut diciptakan dengan mempertimbangkan asas-asas yang terkandung dalam pedoman hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila dan juga UUD 1945. Oleh karena itu, hukum yang memuat mengenai aturan-aturan tertentu sampai dengan yang memuat mengenai hukum perdata yang juga berisikan penyebab hukuman mati di Indonesia, hukuman koruptor di China, dan juga contoh hukum objektif.

Selain dari pemerintahan Indonesia yang membuat suatu aturan, masyarakat Indonesia juga berperan aktif untuk menjaga lingkungannya dengan membentuk aturan-aturan mereka sendiri yang dimuat dalam hukum tidak tertulis yang mereka buat. Dengan begitu, Indonesia memiliki dua bentuk hukum, yaitu tertulis dan tidak tertulis. Untuk bisa memahami apa saja contoh hukum tertulis dan tidak tertulis, mari kita pahami terlebih dahulu pengertia dari masing-masing hukum tersebut yang bisa anda lihat pada penjelasan yang ada di bawah ini :

Hukum Tertulis

Hukum tertulis ialah salah satu bentuk hukum yang teah dicantumkan dalam peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini, hukum tertulis dibagi menjadi dua jenis, yakni hukum yang dikodifikasi dan hukum yang tidak dikodifikasi. Ada beberapa perbedaaan yang dapat ditemukan di dalamnya. Hukum yang dikodifikasi merupakan hukum yang telah diundangkan dan telah dibukukan, jadi hukum tersebut memiliki kepastian hukum yang jelas karena sudah masuk kedalam lembaran Negara. Untuk contoh dari hukum yang dikodifikasi contohnya seperti hukum KUHP yang memuat beberapa hal mengenai macam macam hukuman mati, contoh kasus perlindungan konsumen, dan contoh kasus pelanggaran hak warga negara.

[AdSense-B]

Untuk yang tidak terkodifikasi, ada beberapa contoh seperti Undang-Undang, Keputusan Presiden, dan juga Peraturan Pemerintah. Hukum yang tidak terkodifikasi ini terkesan lebih bisa untuk menyesuaikan dengan keadaan daripada hukum yang telah terkodifikasi, sehingga seringkali digunakan untuk permasalahan yang muncul dengan tiba-tiba.

Hukum Tidak Tertulis

Hukum tidak tertulis ini merupakan suatu jenis hukum yang sangat dinamis. Satu masyarakat bisa membentuk suatu hukum tertentu yang bisa saja dimiliki atau tidak dimiliki oleh masyarakat lain. Bentuk hukum ini juga terlahir dari pemikiran para tetua yang lebih dulu mendiami masyarakat tersebut. Terkadang hukum ini juga direvisi, mengikuti perkembangan jaman dan lingkungan sehingga menciptakan aturan yang seolah-olah baru. Seringkali, adanya perbedaan hukum ini terkadang bisa menimbulkan beberapa konflik seperti penyebab konflik antar ras, penyebab konflik antar suku, dan juga penyebab konflik antar agama, apabila ada suatu masyarakat baru yang tidak menghormati aturan yang ada di wilayah tertentu.

Contoh Hukum yang Tidak Tertulis

Contoh nyata dari bentuk hukum tidak tertulis ini adalah hukum adat yang ada di Indonesia. Karena jumlah suku di Indonesia sangatlah banyak, maka jumlah hukum adat juga sama banyaknya. Jadi, kami memberikan anda gambaran mengenai hukum adat hukum adat tersebut lewat contoh yang akan kami bagikan di bawah ini :

Contoh Hukum Adat di Indonesia

Hukum Adat Dayak

Pada masyarakat dayak, hukum adat istiadat yang berlaku bukanlah sebuah dokumen resmi atau sebuah pedoman yang tertulis. Hukum yang berlaku bisa saja mempunyai perbedaan, asalkan hukum tersebut masih menganut prinsip tanggul balik haragaq asing, yang berarti  bahwa suatu perkara termasuk dalam adat ditentukan oleh beberapa pertimbangan yang berhubungan dengan perkara tersebut, atau yang memberikan pengaruh terhadap terjadinya perkara tersebut. Jadi, bisa diambil kesimpulan bahwa segala perkara sebenarnya tidak memiliki sanksi tersendiri yang sifatnya mutlak. Semua tergantung dari unsur-unsur spesifik masing-masing perkara tersebut.

[AdSense-C]

Hukum Adat Aceh

Dalam hukum adat Aceh, ada beberapa jenjang penyelesaian yang diberikan untuk menyikapi suatu permasalahan. Untuk penyelesaian masalah, hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menasehati. Yang kedua setelah menasehati adalah teguran yang dilanjutkan dengan permohonan maaf yang bersangkutan dihadapan orang banyak yang dikumpulkan di balai atau masjid, kemudain baru dijatuhkan denda.

Hukum Adat Papua

Hukum adat di Papua sebenarnya lebih dihormati daripada hukum yang berlaku secara umum atau dalam skala nasional. Bukan berarti bahwa mereka tidak akan menaati hukum nasional, namun lebih seperti penerapan hukum adat yang diharuskan, meskipun suatu kejadian sudah diproses secara hukum.  Contohnya, ketika seseorang menyebabkan orang lain meninggal dunia, selain diproses dengan hukum yang berlaku, ia juga harus memenuhi hukum adat yakni dengan mengganti kerugian dengan babi dan uang.

Begitulah penjelasan mengenai contoh hukum yang tidak tertulis yang berlaku di Indonesia. Ada beberapa contoh yang sudah kami jelaskan di atas seperti hukum-hukum adat yang ada di beberapa wilayah di Indonesia.

Seperti yang sudah kami jelaskan bahwa sebenarnya hukum adat memiliki beberapa aturan-aturan sendiri yang selama ini dipatuhi oleh warga atau masyarakat yang tinggal pada daerah tertentu. Kewajiban kita sebagai pendatang adalah untuk menghormati aturan-aturan tersebut dan tidak melanggarnya dengan tindakan-tindakan tercela.