5 Contoh Hukuman Yang Mendidik Bagi Siswa SMA Paling Efektif

Masa SMA atau yang biasa dikenal denhan masa putih abu-abu merupakan masa yang paling mengesankan. Masa ini merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi remaja. Sudah pasti tentu masa ini merupakan masa pergolakan yang hebat. Dimana kadang kala semua hal yang baru inin dicoba dan dijajal tanpa memikirkan dampak yang bisa ditimbulkan. Namun, tentu saja maa SMA sendiri mampu menyisahkan kenangan yang manis dan akan selalu dikenang sepanjang hidup.

Kadang kala kenakalan-kenakalan masa SMA menjadi hal manis yang selalu diingat. Terutama yang dilakukan di sekolah seperti membolos atau melakukan pelanggaran indisipliner sebagai contoh hukum objektif . Tentunya puhak sekolah selalu memberikan hukuman yang terkait dengan tindakan pelanggaran yang dilakukan. Jenis hukuman juga bervariasi tergantung pada jenis kenakanalan atau pelanggaran yang dilakukan . Mulai dari pemberian surat peringatan hinga yang paling berat adalah dapat dikeluarkan atau di drop out.

Seiring dengan perkembangan dalam dunia pendidikan tentunya pemberian hukuman juga ikut mengalami perubahan sebagaimana juga macam-macam hukum di indonesia . Jika jaman dahulu kontak fisik seperti mencibit sudah dianggap sebagai hukuman yang biasa. Namun kini, tindakan tersebut dapat dianggap sebagai sebuah tindakan kekerasan terhadap anak. Tentunya hal ini lah yang kemudian menyebabkan muncul beberapa metode hukuman yang pastinya dianggap mendidik namun mampu menberi efek jera. Berikut 5 Contoh Hukuman Yang Mendidik Bagi Siswa SMA Paling efektif.

1. Hukuman Tidak Melukai atau Mencederai Fisik

Contoh hukuman yang pertama adalah jenis hukuman yang relatif tidak melukai dan mencederai fisik seperti pada macam-macam hukim publik . Seperti misalnya hukuman lari keliling lapangan 2 kali juga masih dianggap sebagai bentuk hukuman yang lumrah. Sebab hukuman ini relatif jauh dari yang namanya hukuman yang melibatkan kekerasan terhadap fisik. Terlebih lagi, hukuman ini juga relatif menyehatkan dan sekaligus juga menjadai salah satu upaya dalam meltih kebugaran dan kesehatan fisik. Terutama bagi para siswa tentunya hukuman ini dapat dijadikan sebagai ajang untuk olehraga dan melatih tubuh.

Tentun saja hukuman ini bisa menjadi pilihan jenis hukuman yang mendidik. Sebab siswa juga akan ikut belajar bagaimana mengolah tubuh agar tetap sehat secara jasmani dan rohani sebagaimana sistem hukum yang ada di indonesia saat ini  . Terlebih dengan banyak melakukan aktifitas fisik yang nantinya akan sangat membantu dalam menyiapkan masa depan. Terutama bagi mereka yang malas olahraga pastinya hukuman ini menjadi pilihan yanh tepat untuk kembali mendisiplinkam siswa.

Terlebih lagi jika dilakukan ketika jam istirahat maka tentu akan sekaligus mengasah mental anak. Disaksikan oleh adik dan kakak kelas tentu saja ini bisa menjadi contoh atas tindakan yang bersifat disiplin. Rasa malu yang diterima diharapkan dapat memberikan efek kapok. Agar dikemudian hari tidak lagi kembali mengulangi tindakan yang serupa. Sehingga tentunya akan memberikan efek jera bagi para pelaku pelanggar kedisiplinan. [AdSense-B]

2. Hukuman Yang Mengasah Kreatifitas 

Jenis hukuman kedua yabg merupakan contoh hukuman yang mendidik adalah hukuman yang mengasah kreatifitas sebagaimana prinsip-prinsip demokrasi yang ada di indonesia  . Hukuman tersebut dapat berupa hukuman yang diberikan untuk mengasah fungsi otak kiri manusia. Dimana siswa bisa dibeeikan tugas untuk mengecat ruang kelas sesuai dengan kreatifitas yang mereka punya. Tentunya yang sesuai dengan etika dan adat budaya kita. Jangan sampai hukuman ini malah dijadikan sebagai ajang untuk merusak properti milik sekolah.

Hukuman ini relatif lebih mendidik dan sekaligus membantu para siswa mengembangkan kreatifitasnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kretifitas tinggi cenderung akan tidak mudah stresndan putus asa dlam menjalani hidup. Serta tentunya lebih bisa menemukan jalan yang bisa mengantarkan kepada kesuksesan.

3. Hukuman Yang Membangun Kepercayaan Diri Anak

Contoh hukuman bagi anak SMA yang mendidik selanjutnya adalah jenih hukuman yang mampu membangun kepercayaan diri anak sebagaimana macam-macam hukum positif . Kepercayaan diri atau lebih dikenal dengan istilah Pede merupakan sistem pola yang dibangun untuk membentuk pribadi dengan mental yang kuat. Mereka yang memiliki percaya diri tinggi cenderung akan memiliko karakter yang mampu menjadi pemimpin. Sebab mereka mampu dan mau untuk selalu tampil didepan umum.

Tentu saja hal ini akan mampu menjadi sebuah modal yang amat berharga. Apalagi nanti ketika memasuki duni baru di universitas ataupun dimasyarakat. Hukuman dengan pola ini tidak hanya mendidik namun juga mampu memberika sebuah modal dasar. Yang pastinya dapat digunakan sebagai modal dalam menjalani kehidupan. Sebab kepercayaan diri menjadi modal pentinh baik dalam peningkatan prestasi akademik maupun nanti di lingkungan pekerjaan.

4. Hukuman yang Disesuaikan Dengan Pelanggaran yang Dilakukan

Jenis hukuman sebagai contoh hukuman yang mendidik tentunya harus diberikan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan sebagaimana prinsip-prinsip demokrasi pancasila . Misalnya jika ketahuan mencontek saat ujian maka tentu konswkuensi yang diberikan adalah berupa nilai ujian tidak keluar dan diwajibkan mengikuti ujian ulang. Pola hukuman yang seperti ini memang relatif monoton namun tentunya dapat memberikan nilai pelajaran dan pendidikan bagi siswa. Bahwa mereka harus berlaku adil agar mendapatkan prestasi yang diakui.

Perkara mencontek sendiri memang telah menjadi bagian dari budaya anak SMA. Tentunya hal ini tidak dapat dibenarkan sebab tindakan ini sama dengan tindakan menyadur karya orang lain. Karena hasil yang diperoleh dati buah pemikiran orang lain. Bahkan kebiasaan ini juga dinilai sangat burik sebab akan terbawa hingga nanti ke kehidupan dimasyarakat. Dimaana akan melakukan berbagai jalan dan kecurangan hanya untuk mendapatkan penghargaan dari masyarakat . [AdSense-C]

5. Hukuman yang Membuat Jera

Tidak semua jenis hukuman yang diberikan kepada anak SMA mampu membuat mereka jera dan kapok untuk melakukannya kembali. Bahkan terkadang cenderung memiliki pola perilaku yang diulang-ulang sebagaimana kelebihan demokrasi pancasila . Tentu saja hal ini menkadi mata rantai yang kemudian harus diputus. Sebab kebiasaan ini jika sampai nanti menetap di  enak para siswa tersebut tentu dapat melahirkan generasi yang bisa menjadi masalah baru di masyarakat. Sejujurnya memang banyak jenis hukuman namun beberapa hukuman yang membuat jera malah terkadang terkesan tidak mendidik.

Tentu saja pola hukuman seperti skorsing atau bahkan Drop Out menjadi pilihan bagi para pelanggar agar merasa jera. Sebab tindakan seperti tawuran atau melakukam penyerangan terhadap siswa lain dapat masuk kategori tindakan hukum. Sehingga jangan sampai kemidian pemberian hukuman yang ringan bisa disepelekan. Sejatinya hukuman dibuat agar para pelanggar menjadi kapok dan jera untuk melakukannya dan mengulanginya, bukan membuat mereka ketagihan.

5 Contoh Hukuman Yang Mendidik Bagi Siswa SMA Paling efektif. Tentunya dapat digunakan sebagai upaya untuk mendisiplinkam para siswa SMA yang banyak melakukan tindakan indisipliner. Semoga artikel ini dapat membantu.