Contoh Hukuman yang Mendidik Untuk Siswa dan Anak

Kedisiplinan merupakan aspek dalam hidup manusia yang sangat penting. Dengan kadar kedisipilinan yang cukup, maka seseorang dapat belajar segala hal dalam hidup dengan baik dan teliti, termasuk di dalamnya adalah belajar untuk menata moral dirinya sendiri. Di dalam sebuah keluarga, sangatlah penting untuk menanamkan sifat disiplin, karena nilai-nilai yang terdapat di dalam kedisplinan dapat mendukung tumbuh kembang anak dengan baik. Ia bisa belajar untuk tepat waktu dalam segala hal, dan juga menghargai informasi-informasi baru yang ia dapatkan tanpa adanya rasa takut akan kesalahan di dalam dirinya. Ada kalanya anak-anak berkonflik dengan orang tuanya dengan melakukan tindakan tidak terpuji seperti tidak mendengarkan nasehat orang tua, berkata kotor, atau enggan untuk berdamai dengan orang tua.

Para orang tua memberikan sebah hukuman untuknya agar ia sadar akan kesalahannya dan tidak akan mengulanginya lagi di masa yang akan datang. Seharusnya bentuk hukuman tersebut bisa dikategorikan sebagai contoh hukum yang mendidik sehingga nantinya akan berlanjut menjadi contoh hukum kebiasaan. Hukuman yang mendidik tersebut perlu dilakukan agar arti dari pemberian hukuman tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada anak. Dan tentunya bentuk hukuman tersebut tidak terlalu keras seperti hukuman koruptor di China maupun hukuman bagi penuduh zina yang memang ditujukan untuk para penjahat yang melakukannya.

Menurut pembagian hukum menurut isinya, hukum yang diberikan untuk anak ini bisa saja termasuk dalam contoh hukuman yang tidak tertulis. Dengan adanya komunikasi intensif antara orang tua dan anak, hukuman tersebut dapat memberikan arti dalam kehidupan anak tersebut. Selain baik untuk anak, hukuman yang mendidik juga bagus untuk orang tua dalam rangka untuk bisa lebih dekat dengan anak. Bagi anda yang masih belum mengerti, berikut adalah contoh hukuman yang mendidik, yang bisa anda aplikasikan pada keluarga anda.

Kedisiplinan Anak

Sebelum membahas mengenai contoh, terlebih dahulu kami bahas mengenai tipe hukuman seperti apa yang sesuai untuk anak. Hukuman tersebut harus memuat beberapa prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila yang dinilai cukup penting untuk perkembangan anak. Dan satu lagi hal yang penting, hukuman hanya diberikan pada saat tidak ada perubahan pada anak ketika anda memberikan nasehat atau himbauan kepadanya sesaat setelah ia melakukan sebuah kesalahan. Jadi, setelah ia sadar akan kesalahannya dan berjanji untuk tidak akan mengulanginya lagi, anda tidak perlu memberikan anak anda sebuah hukuman, anda hanya perlu mengawasi tingkah lakunya agar sesuai dengan janji yang ia katakan.

Sebuah hukuman diberikan untuk membuat efek jera dan membuat suasana tidak nyaman sebagai langkah untuk pengondisian. Hal yang didapatkan dari sebuah hukuman adalah konsekuensi, yang mana memiliki dampak pada perubahan di masa yang akan datang. Dengan adanya konsekuensi ini diharapkan bahwa anak anda memiliki perkembangan moral dan kedisipilinan yang baik di masa yang akan datang. Kedisiplinan merupakan aspek yang penting bagi seseorang untuk bisa meraih kesuksesan, untuk itulah mengapa aspek ini cukup penting untuk diajarkan sejak dini lewat beberapa cara yang hangat dalam keluarga. Bagi anda yang ingin memberikan hukuman bagi anak, ada baiknya anda mengerti terlebih dahulu tipe hukuman seperti apa yang memang sesuai untuk anak pada informasi di bawah ini.

[AdSense-B]

Hukuman untuk Anak

Tentunya kita perlu untuk membentuk hukuman mendidik seperti contoh hukuman yang mendidik bagi siswa SMA agar hukuman yang diberikan kepada anak menimbulkan nilai-nilai positif untuk perkembangannya di masa yang akan datang. Mamiq Gaza pernah menjelaskan beberapa prosedur yang tepat untuk memberikan hukuman kepada anak, seperti :

  1. Bentuk hukuman merupakan kesepakatan dengan anak, jadi anak sudah tahu jenis hukuman apa yang akan dilaksanakannya apabila ia melakukan suatu kesalahan.
  2. Hukuman harus jelas agar anak bisa memahami konsekuensi apa yang ia dapat dari hukuman tersebut
  3. Efektifitas dari hukuman tersebut harus diukur dari awal dan juga tingkat keberhasilannya dalam mengubah pola perilaku anak.
  4. Penyampaian hukuman harus dengan cara yag menyenangkan, ini sangat penting. Hal ini bertujuan untuk tidak memberikan efek trauma kepada anak.
  5. Perlu ada konsistensi dalam pelaksanaan hukuman, jadi orang tua dan anak harus berperan aktif dalam hal ini.
  6. Apabila perilaku yang tidak dinginkan dilakukan oleh anak, maka hukuman harus segera berjalan sebelum keduanya lupa akan hukuman tersebut.

Bagaimanakah Syarat Sebuah Hukuman Bisa Dikatakan Mendidik?

Melihat beberapa point penting dari adanya fungsi hukum dalam masyarakat, tentunya kita tahu bahwa kehadiran hukum itu sendiri memiliki tujuan yang sebenarnya baik. Begitu juga dengan hukuman yang diberikan oleh anak. Kita tentunya tidak ingin menyakiti anak dengan hukuman yang kita berikan, kita juga tidak ingin memberikan rasa takut kepada mereka sehingga dapat membuat renggangnya hubungan orang tua dan anak. Sebenarnya ada beberapa poin yang digunakan sebagai poin penting untuk menentukan sebuah hukuman seperti apa yang sekiranya cocok untuk anak anda. Memberikan hukuman sesuai dengan keinginan anda sendiri memang boleh saja, namun anda juga perlu memperhatikan poin-poin penting berikut ini :

  1. Hukuman harus bisa memberikan efek jera, yang artinya setelah melaksanakan hukuman ini, anak anda sekiranya harus mengambil konsekuensi yang ia dapatkan saat menjalankan hukuman. Ia harus tahu bahwa kesalahan yang ia perbuat bisa diperbaiki sehingga tidak akan terulang di masa yang akan datang. Orang tua juga harus mendampingi anaknya untuk memberikan nilia tersebut saat hukuman selesai dijalankan.
  2. Hukuman harus bersifat edukatif atau mendidik. Artinya, di dalam hukuman tersebut harus ada arti yang berguna untuk anak. Jadi, jangan gunakan tipe hukuman yang akan menguntungkan anda sendiri namun tidak memberikan suatu nilai atau value kepada anak.
  3. Jangan gunakan hukuman untuk mempermalukan anak. Hukuman diberikan untuk langkah pendisiplinan, bukan untuk mempermalukan, apalagi memperlmalukan anak anda sendiri. Kalu mungkin, hukuman yang anda berikan seharusnya hanya diketahui oleh anda dan anak sendiri, anggota keluarga lain tidak perlu tahu akan hal ini karena terkadang komentar yang mereka berikan bisa mempermalukan anak.

Pendapat Ki Hajar Dewantara

Menurut tokoh pendidikan kita, ada beberapa point tambahan yang digunakan untuk menambah sifat sifat hukum untuk anak kita sendiri. Yang pertama adalah hukuman tersebut harus selaras dengan kesalahannya. Contohnya, apabila anak kita mengotori lantai, maka hukumannya adalah menyapu. Lalu apabila anak kita memecahkan kaca, hukumannya adalah menggantinya. Kita tidak perlu menambahi dengan perilaku menjewer, menampar. Itu namanya hukum penyiksaan.

[AdSense-C]

Poin kedua adalah adil. Hukuman yang diberikan kepada anak harus adil. Kesalahan diberikan saat ada tindakan yang kurang menyenangkan, bukan karena si anak A yang melalukan kesalahan. Tindakan subjektif harus dihilangkan karena dapat menghilangkan value hukuman itu sendiri. Disamping itu juga dapat menimbulkan rasa iri.

Poin terakhir adalah hukuman harus segera dilaksanakan, yang berarti bahwa saat kesalahan terjadi, maka saat itu juga hukuman harus dilakukan. Selain untuk menghindari rasa lupa, hal ini diperlukan untuk memberikan efek bahwa anak sadar akan apa kesalahannya.

Contoh Hukuman yang Mendidik

Selain dari contoh hukum privat, ada beberapa contoh yang bisa mendidik seperti mengepel lantai, menyapu,  menunjukkan wajah tidak menyenangkan dan mendiamkan anak. Hal ini diharapkan bisa mendorong anak untuk sadar apa kesalahannya. Dan orang tua harus selalu mendampingi anak pada saat hukuman berjalan dan selesai.

Contoh Hukuman yang Tidak Mendidik

Contohnya adalah dengan berteriak, menendang, menampar, dan hukuman fisik lainnya yang hanya memberikan efek traumatik kepada anak. Anak akan semakin takut pada orang tuanya, bukan menghormati atau mencintai. Tentu saja hal itu bukanlah sesuatu yang kita harapkan dari hukuman yang diberikan kepada anak.

Pembahas mengenai contoh hukuman yang mendidik berakhir sampai di sini. Semoga anda dapat mengaplikasikannya dengan baik di keluarga anda.