Sponsors Link

4 Contoh Hukum Internasional Brainly yang Berlaku Hingga Kini

Sponsors Link

Contoh Hukum Internasional BrainlyContoh hukum internasional brainly, Hukum internasional adalah bagian hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala internasional. Awalnya hukum internasional diartikan sebagai batas perilaku dan hubungan antar negara yang ada di dunia. Namun seiring sengan perkembangannya pengertian hukum internasional juga ikut nengalami pergeseran secara definisi. Dimana pola perkembangannya menjadi semakin kompleks dan juga mencakup mengenai hal yang berkaitan dengan struktur organisasi internasional dalam batasannya serta juga perusahaan berskala internasional maupun individu.

ads

Hukum internasional adalah hukum bangsa-bangsa, hukum antarbangsa atau hukum antarnegara yang tentunya sangat berbeda dengan  hukum pembagaian warisan di Indonesia. Hukum bangsa-bangsa dipergunakan untuk menunjukkan pada kebiasaan dan aturan hukum yang berlaku dalam hubungan antara raja-raja zaman dahulu. Hukum antar negara atau bangsa menunjukkan adanya kaedah dan asas yabg kompleks yang mengatur hubungan diantara anggota masyarakat, bangsa serta negara.

Berikut 4 Contoh hukum internasional brainly, agar anda semakin mudah memahami mengenai topik ini.

  1. Konvensi Hukum Laut Tahun 1982

Konvensi Hukum Laut Tahun 1982 atau dikenal juga sebagai United Nations Convention on the Law of the Sea) disingkat UNCLOS merupakan perjanjian internasional yang dihasilkan dari Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut yang ketiga (UNCLOS III) yang berlangsung dari tahun 1973 sampai dengan tahun 1982 guna menghindari  contoh kejahatan kemanusiaancontoh kejahatan korporasi, maupun contoh kejahatan kerah putih.

Di dalam konvensi hukum laut ini berisi mengenai definisi yang berkaitan dengan hak serta tanggung jawab negara dalam upaya pengunaan laut di dunia, penetapan pedoman bisnis, lingkingan serta juga pengelolaan sumber daya alam di lautan. Konvensi ini merupakan pembaharuan dari konvensi laut yang sudah ada pada tahun 1958.  Sejak di buat pada 1982 konvensi ini baru benar benar resmi diberlakukan pada tahun 1994, tepatnya setelah Guyana masuk sebagai anggota ke 60 yang ikut menandatangani perjanjian.

  1. Konvensi Perlindungan Lapisan Ozon Tahun 1985

Lebih dikenal sebagai protokol montreal yang merupakan konvensi yang dilakukan dalam upaya untuk melindungi lapisan ozon dari zat zat berbahaya. Traktat ini dibuat sebagai sebuah bentuk kesepakatan untuk meniadakan sejumlah zat berbahaya yang bertanggung jawab terhadap mulai berkurangnya lapisan ozon yang kian menipis. Traktat ini ditandatangani pada 16 September 1987 dan mulai di berlakukan sejak 1 Januari 1989.

Sejak diresmikan dan mulai diberlakukan, traktat ini sudah mengalami revisi sebanyak 5  kali. yakni pada tahun 1990 di London , 1992 di kopenhagen, Tahun 1995 di Vienna, tahun 1997 di Montreal dan pada tahun 1999 di Beijing. Hasil positof dari adanya perjanjian tersebut adalah mulai nampak adanya perbaikan pada lapisan ozon dan diperkirakan pada tahun 2050 dan 2070 lapisan ozon akan kembali pada kondisinya seperti tahun 1980. Dikarenakan tingkat penerapan dan implementasinya yang luas, traktat ini dianggap sebagai contoh kesuksesan hukum internasional sehingga tidak menyebabkan  penyebab konflik antar agama dan akibat konflik antar agama dalam masyarakat majemuk, ataupun penyebab konflik sosial.

  1. Protokol Kyoto Mengenai Perubahan Iklim Tahun 1997

Protokol Kyoto adalah sebuah amendemen terhadap Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), sebuah hukum internasional tentang pemanasan global. negara-negara yang tergabung dalam protokol ini sepakat untuk mengurangi emisi gas atau gas karbondioksida yang berasal dari asap kendaraan dan juga rumah kaca. serta bekerjasama dalam perdagangan untuk menjaga jumlah dan tidak menembah kadar emisi gas yang dikaitkan dengan pemanasan global.

Diperkirakan jika protokol Kyoto ini sukses diberlakukan maka akan dapat mengurangi cuaca global dengan kisaran rata-rata antara 0.02 derajat celcius dan 0.28 derajat pada tahun 2050. Nama resmi persetujuan ini adalah Kyoto Protocol to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Protokol Kyoto mengenai Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim).

Perjanjian ini disetujui di Kyoto, Jepang pada BUlan Desember 1997, penandatanganan dimulai pada tanggal 16 Maret 1998 dan ditutup pada 15 Maret 1999. dan persetujuan ini mulai diberlakukan pada 16 Februari 2005 setelah Rusia melakukan Ratifikasi secara resmi pada 18 November 2004.

  1. Konvensi Stocholm Mengenai Persistens Organic Polutans (POPs)

Konvensi Stocholm merupakan sebuah perjanjian internasional pertama yang difokuskan dalam upaya perlindungan terhadap lingkungn serta kesehatan manusia dari bahan bahan kimia berbahaya.

Pada tahun 2001, konvensi diadopsi dan mulai berlaku pada tahun 2004. Hingga saat ini terdapat 152 negara yang sudah menandatangani perjanjian ini dari 179 pihak yang ikut berpartisipasi. pada awal dibuatnya konvensi ini teridentifikasi sebanyak 12 bahan kimian yang ingin dihapuskan dan dikurangi serta direncanakan akan lebih banyak lagi bahan kimia berbahaya yang dibatasi dan dikurangi penggunaanya.

Konvensi mewajibkan negara-negara untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari POPs dengan beberapa langkah sebagai berikut:

  • Menghilangkan produksi dan penggunaan (Lampiran A bahan kimia). Sebagian besar POPs yang terdaftar ditargetkan untuk eliminasi. Terdapat beberapa pengecualian seperti produksi PCBs yang telah dilarang namun penggunaannya dalam peralatan yang ada diperbolehkan hingga tahun 2025.
  • Pembatasan terhadap penggunaan dituangkan pada Lampiran B bahan Kimia. Akan tetapi dalma konvensi ini masih mungkin digunakan POPs jenis tertentu dengan batasan dan secara terkendali. Contohnya adalah penggunaan DDT yang masih diperbolehkan penggunaanya untuk mengontrol malaria.
  • Melakukan pengurangan terhadap produksi POPs yang tidak dikehendaki dengan tujuan untuk di eliminasi (Lampiran C bahan Kimia). konvensi ini memungkinkan cara terbaik dalam pencegahan dan pelepasan bhan dioksi dan furan dari sumber utama ke dalam lingkungan.
  • Memastikan limbah yang didalamnya terkandung POPs untuk dapat dikelola secara aman serta ramah lingkungan.

Itulah tadi, 4 Contoh hukum internasional brainly yang berlaku hingga kini, semoga dapat bermanfaat.

, ,
Post Date: Wednesday 17th, July 2019 / 16:23 Oleh :
Kategori : Hukum