Contoh Hukum Doktrin Yang Pernah Dipakai Di Indonesia

Di dalam  ilmu hukum, doktrin didefiniskan sebagai pendapat para ahli hukum terkemuka yang dijadikan dasar dalam pelaksanaan hukum. Seorang hakim dalam melakukan pengambilan keputusan terkadang menggunakan doktrin dari pendapat para ahli hukum yang berpengaruh. Dalam literature hukum di Indonesia, doktrin dianggap sebagai salah satu sumber hukum formal. Pendapat para ahli hukum yang dapat dijadikan doktrin hanyalah pendapat para pakar hukum terkemuka sebagaimana contoh hukum objektif .

Buah pemikirannya dianggap sangat bermutu dan keahliannya diakui sehingga pemikiran mereka dijadikan dasar pengambilan keputusan oleh hakim sebagaimana macam macam hukum publik . Sebuah pendapat dari ahli hukum belum dapat dijadikan sumber hukum jika belum digunakan hakim sebagai dasar pengambilan keputusan seperti sistem hukum yang ada di indonesia . Oleh karena itu, doktrin bisa dianggap sebagai sumber hukum formal jika sudah digunakan hakim dalam pengambilan keputusan. Pasal 38 ayat (1) Mahkamah Internasional menetapkan, bahwa doktrin adalah menjadi salah satu sumber hukum formal.

Dalam hukum pemerintahan, kita mengenal doktrin seperti doktrin dari Montesquieu, yakni Trias Politica yang membagi kekuasaan pemerintah menjadi tiga bagian yang terpisah sebagaimana contoh hukum yurisprudensi . Tata urutan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia diatur dalam Undang-Undang No 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Segala peraturan perundang-undangan harus bersumber pada sumber hukum. Sumber hukum nasional Indonesia adalah Pancasila. Jadi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.

Contoh Hukum Doktrin

Contoh hukum doktrin dapat terjadi disebabkan oleh adanya kasus doktrin sebagaimana macam macam hukum publik  . Berikut contoh kasus doktrin yang pernah terjadi di indonesia.

Kematian Wayan Mirna Salihin menjadi perhatian publik sejak 6 Januari lalu. Wanita berusia 27 tahun itu dinyatakan keracunan senyawa sianida yang terkadung dalam segelas es kopi Vietnam yang ia minum saat bertemu dua rekannya, Jessica Kumala Wongso dan Hani di Restoran Olivier, Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta.Otoritas Polda Metro Jaya yang mengambil alih kasus kematian Mirna dari Polres Jakarta Pusat menyatakan, sianida yang masuk ke tubuh Mirna memang dapat mengikis jaringan organ secara kimia.

“Penyebab utama kematian Mirna bukanlah kerusakan lambung yang tanpa sebab, namun diduga ada zat korosif,” ujar Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafa.Tim forensik yang mengautopsi jenazah Mirna di Rumah Sakit Polri, Jakarta, memastikan lambung Mirna rusak. Zat korosif tersebut mereka ketahui, antara lain dari reaksi Mirna setelah mencecap kopi, yaitu mulut yang mengeluarkan buih dan tubuh yang menegang. [AdSense-B]

Kepolisian lantas menggelar prarekontruksi di Restoran Olivier, Senin (11/1). Mereka melibatkan pula TimIndonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dan Tim Laboratorium Forensik dari Markas Besar Polri. Salah satu adegan pada prarekonstruksi tersebut memperlihatkan reaksi Mirna yang terkejut usai meminum kopi yang dipesannya. Ketika itu, Hani, yang memperagakan reaksi Mirna usai menegak kopi, berulang kali mengulangi kalimat, “It’s awful, it’s so bad.”

Usai prarekonstruksi, kepolisian membawa sejumlah barang bukti dari Restoran Olivier untuk kepentingan penyelidikan, antara lain kamera pengintai (CCTV) dan beberapa peralatan untuk menyeduh kopi Vietnam yang diteguk Mirna. Kepolisian melanjutkan penyelidikan dengan menggeledah rumah Jessica di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (12/1). Namun, penyelidik gagal menemukan celana yang dikenakan Jessica pada hari kematian Mirna. Usai penggeledahan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, mengatakan Jessica merupakan saksi potensial dalam kasus kematian Mirna.

“Dia ada di tempat kejadian perkara, yang memesan kopi, yang membayar kopi dan yang menunggu korban. Itu fakta.” ujarnya. Berdasarkan penyelidikan, kepolisian menyatakan Jessica datang ke Restoran Olivier lebih awal ketimbang Mirna dan Hani. Penyelidik mengatakan, Jessica pulalah yang memesankan dua cocktail dan es kopi Vietnam.Sepekan berselang, kepolisian melakukan rekonstruksi ulang berdasarkan rekaman kamera pengintai milik manajemen restoran yang mereka sita.

Pada hari yang sama, pengacara Jessica, Yudi Wibowo Sukinto, mengatakan kliennya stres akibat berbagai pemberitaan yang dinilainya tidak berimbang. “Jessica depresi karena media memberitakan seolah-olah dialah yang bersalah. Dia tidak bersalah,” ujar Yudi saat mendampingi Jessica di kantor Polda Metro Jaya. Terkait kopi yang dipesan Jessica, ujar Yudi, itu merupakan permintaan Mirna. “Ada permintaan dari Mirna untuk pesan kopi Vietnam. Di Olivier, si Jessica hanya mem-booking saja,” katanya.

Personel kepolisian kemudian meminta bantuan tiga psikiater forensik untuk memeriksa kondisi Jessica. Polda Metro Jaya juga melibatkan Kepolisian Federal Australia pada pengusutan kematian Mirna. “Ada informasi yang sedang kami cari dari Kepolisian Australia,” ujar Krishna. Kasus ini menjadi salah satu kasus yang paling menyita perhatian publik saat itu. Pasalnya kasus yang serupa hampir belum pernah terjadi di Indonesia. Penggunaan sianida sebagai racun untuk membunuh seseorang juga sangat amat jarang terjadi.

Pakar hukum pidana dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Edward Omar Sharif Hiariej, menjelaskan bahwa pembuktian hukum dalam perkara pidana tidak memerlukan bukti langsung atau direct evidence. Edward menyampaikan hal tersebut dalam sidang lanjutan kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa tunggal Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2016).
“Dalam hukum pembuktian ada direct evidence, bukti langsung. Ada juga circumstantial evidence, bukti tidak langsung dan berdasarkan fakta-fakta yang ada bisa dibuktikan,” ujar Edward. [AdSense-C]

Menurut Edward, circumstantial evidence bisa didapatkan dari surat, keterangan saksi, keterangan ahli, keterangan terdakwa. Dari keterangan-keterangan di dalam persidangan, majelis hakim dapat memutuskan perkara. “Maka hakim dapat memutuskan perkara tanpa adanya direct evidence,” kata dia. Setelah mendengarkan keterangan ahli, jaksa penuntut umum (JPU) menanyakan bagaimana keterangan ahli dapat menjadi salah satu bukti untuk majelis hakim memutuskan suatu perkara. “Jenis keterangan ahli ada lima. Pertama, keterangan ahli dari segi bahasa. Kedua, keterangan ahli secara teknis suatu prosedur,” ucap Edward.

Dalam kasus ini terdapat kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Mirna sebagai korban pembunuhan berencana, pasal pembunuhan tentang kasus pembunuhan berencana sudah di ataur dalam  pasal 340 KUHP yang berbumyi Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun. Untuk kasus ini pun banyak pakar hukum yang memberikan argumennya selama persidangan dalam kasus Mirna.

Meskipun ada ahli yang menyatakan bahwa doktrin bukan merupakan sumber hukum, akan tetapi dalam prakteknya doktrin telah dianggap sebagai salah satu sumber hukum yang sangat penting. Catatan yang paling penting untuk kita ketahui adalah bahwa doktrin hanya bisa menjadi sumber hukum formal jika telah digunakan oleh hakim sebagai dasar dalam pertimbangan pengambilan keputusannya.

Itulah tadi contoh hukum doktrin yang pernah dipakai di indonesia. Semoga artikel ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan referensi bagi anda sebagaimana macam macam hukum positif , macam macam bentuk hukum perusahaan , dan juga sifat sifat hukum . Serta semoga artikel ini dapat bermanfaat.