Wajib Tahu 3 Ciri Ciri Politik Uang yang Mengancam Demokrasi

ciri ciri politik uang, Money politic dalam Bahasa Indonesia adalah suap, arti suap dalam buku kamus besar Bahasa Indonesia adalah uang sogok. Politik uang adalah pertukaran uang dengan posisi/ kebijakan/ keputusan politik yang mengatasnamakan kepentingan rakyat tetapi sesungguhnya demi kepentingan pribadi/ kelompok/ partai. Politik uang adalah suatu upaya memengaruhi orang lain (masyarakat) dengan menggunakan imbalan materi atau dapat juga diartikan jual-beli suara
pada proses politik dan kekuasaan serta tindakan membagi-bagikan uang, baik milik pribadi atau partai untuk mempengaruhi suara pemilih.

Politik Uang (Money Politic) dapat diartikan sebagai upaya mempengaruhi perilaku orang lain dengan menggunakan imbalan tertentu. Ada yang mengartikan politik uang sebagai tindakan jual beli suara pada proses politik dan kekuasaan. Tindakan itu bisa terjadi dalam jangkauan (range) yang
lebar, dari pemilihan kepala desa sampai pemilihan umum suatu negara.
Maka politik uang adalah semua tindakan yang disengaja oleh seseorang atau kelompok dengan memberi atau menjanjikan uang atau materi lainnya kepada seseorang supaya menggunakan hak pilihnya dengan cara tertentu atau
tidak menggunakan hak pilihnya untuk memilih calon tertentu atau dengan
sengaja menerima atau memberi dana kampanye dari atau kepada pihak-pihak tertentu.

Dengan demikian money politic adalah suatu bentuk pemberian atau janji
menyuap seseorang baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk
memilih maupun supaya ia menjalankan haknya denga cara tertentu pada saat pemilihan umum. Pemberian bisa dilakukan menggunakan uang atau barang.
Politik uang umumnya dilakukan untuk menarik simpati para pemilih dalam
menentukan hak suaranya tiap pemilihan umum. Berdasarkan pemikiran tersebut dapat dikatakan bahwa money politic yang digunakan bisa berupa uang ataupun barang dengan tujuan untuk menarik
simpati para pemilih.

Terdapat setidaknya 2 ciri ciri money politik secara umum, berikut penjelasannya.

1. Berbentuk Uang (Cash Money)

Dalam masyarakat, tidak terkecuali masyarakat religius, uang memang
diakui sebagai senjata politik ampuh yang sangat strategis untuk menaklukkan kekuasaan. Karena, pada dasarnya uang merupakan saudara kembar kekuasaan. Uang merupakan faktor penting yang berguna untuk mendongkrak personal seseorang, sekaligus untuk mengendalikan wacana strategis terkait dengan sebuah kepentingan politik dan kekuasaan. Dimana,
seseorang leluasa mempengaruhi dan memaksakan kepentingan pribadi dan
kelompoknya pada pihak lain melalui berbagai sarana, termasuk uang.Dalam pemilihan Presiden, uang sangat berperan penting. Modus money Politic yang terjadi dan sering dilakukan, antara lain:

  • Sarana Kampanye

Caranya dengan meminta dukungan dari masyarakat melalui penyebaran brosur, stiker dan kaos. Setelah selesai acarapun, para pendukung diberi pengganti uang transport dengan harga yang beragam.

  • Distribusi sumbangan

Berupa barang atau uang kepada para kader partai, penggembira, golongan atau kelompok tertentu. Bantuan Langsung (Sembako Politik). Yaitu pemberian dari calon tertentu untuk komunitas atau kelompok tertentu. Caranya, dengan mengirimkan proposal tertentu dengan menyebutkan jenis bantuan dan besaran yang diminta, jika proposal tersebut dikabulkan maka secara otomatis calon pemilih harus siap memberikan suaranya.

Contoh nyata dari Sembako Politik adalah dengan mengirimkan kebutuhan sehari-hari, berupa: beras, mie, minyak, gula ataupun bahan- bahan sembako lainnya. Bentuk ini biasanya sangat efektif karena sasarannya tepat yaitu masyarakat yang ekonominya rendah.

[AdSense-B]

2. Berbentuk Fasilitas Umum

Politik pencitraan dan tebar pesona lazim dilakukan oleh para calon untuk menarik simpati masyarakat didaerah pemilihannya. Hal ini tidak saja menguntungkan rakyat secara personal, namun fasilitas dan sarana umum juga kebagian “berkah”. Politik pencitraan dan tebar pesona melalui “jariyah politis” ini tidak hanya dilakukan oleh calon-calon yang baru, tetapi juga oleh para calon yang berniat maju kembali di daerah pemilihannya. Instrument
yang dijadikan alat untuk menarik simpati masyarakat dengan menyediakan semen, pasir, besi, batu dan sebagainya. Fasilitas dan sarana umum yang biasa dijadikan Jariyah Politis, yaitu: Pembangunan Masjid, Mushalla, Madrasah, jalan-jalan kecil (gang-gang), dan sebagainya.

Sedangkan yang termasuk dari bentuk money politic penelitian ini
adalah berupa uang dengan nominal tertentu dan berupa barang seperti
sembako, dalam bentuk lain bisa juga berupa perbaikan terhadap fasilitas
umum, seperti Pembangunan Masjid, Mushalla, Madrasah, jalan-jalan kecil (gang-gang), dan sebagainya

Hal hal sebagaimana disebutkan diatas, merupakan sebuah fakta dan realita yang mengambarkan bahwa demokrasi di negeri ini dapat dibeli, dapat diukur nominalnya. Padahal sejatinya nilai demokrasi adalah gambaran dari sebuah harga diri bangsa. Hal diatas tentu saja menjadi sebuah gambaran, bagaimana keberlangsung demokrasi di negeri ini yang masih jauh dari kata politik bersih. Sebab setiap individu pastikan menghalalkan segala cara untuk dapat memenangkan pemilu dengan jalan apapun.

Itulah tadi pembahasan singkat mengenai wajib tahu 3 ciri ciri politik uang yang mengancam demokrasi. Semoga dapat bermanfaat.