Sponsors Link

Ciri Ciri Pluralisme dan Nasionalisme

Sponsors Link

ciri ciri pluralisme dan nasionalisme menjadi topik yang akan kita bahas dalam keampatan ini. Sebelum membahasnya lebih dalam maka tentu kita harua mengetahui terlebih dahulu definisi keduanya. Nasionalisme berasal dari kata nation (bangsa). Nasionalisme adalah suatu paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara atas kesadaran keanggotaan/ warga negara yang secara potensial bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabdikan identitas, integritas, kemakmuran dan kekuatan bangsanya.

ads

Pluralisme, mungkin oleh sebagian orang sudah difahami betul pengertian dan maknanya, sehingga ia dengan mudah untuk membicarakannya, mendiskusikannya , atau mungkin mengejawantahkannya dalam prilaku kesehariannya; akan tetapi
bagi sebagian orang malah tidak ambil perduli, seandainya ia pun sudah mendengar dan bahkan sedikit mengetahui tentang hal itu.

Pluralisme, paling kurang dibicarakan dalam tiga disiplin ilmu pengetahuan, yaitu Filsafat, Agama dan Ilmu Sosial.

Pertama, pluralisme dalam Filsafat difahami sebagai pemahaman yang melihat bahwa dunia mengandung berbagai jenis eksistensi, bukan satu eksistensi (monisme) dan juga bukan dua eksistensi (dualisme. Kedua, pluralisme dalam Agama; sepertinya membicarakan “pluralisme” dan “agama” atau belakangan sangat “ngetren” disebut “pluralisme agama”, ada kesan “kehati-hatian” kalau bukan sengaja tidak ingin dibicarakan. Misalkan saja dalam “The Penguin Dictionary of Religions” tidak ditemukan entri “pluralism”, padahal “monism” disebutkan sebagai lawan dari “dualism” dan “pluralism”

Ketiga, dalam Ilmu Sosial, istilah pluralisme mengandung tiga ide yang berbeda, yaitu: pertama terjadi dalam masyarakat praindustrial non-Barat dibawah kekuasaan kolonial atau pasca-kolonial. Adapun dalam konteks ini pluralisme memiliki ciri ciri yang berdasarkan kepada prinsip sebagai berikut :

  1. Kritik terhadap struktur negara dan basis otoritas negara, bukan sebuah doktrin kompetisi politik seperti di Amerika.
  2. Menentang teori kedaulatan negara tanpa batas.
  3. Menentang konsep negara persatuan terpusat yang mewujudkan kekuasaan dalam otoritas hierarkis dan eksklusif.
  4. Mengutamakan peran asosiasi warga negara dalam masyarakat sipil.
  5. Berpandangan bahwa kedaulatan negara membatasi dan menghambat pertumbuhan dan kebebasan asosiasi.
  6. Berpandangan bahwa negara adalah rintangan bagi eksistensi asosiasi plural yang mengatur dirinya sendiri, oleh karena itu negara harus “dipluralisasikan”.
  7. Gagasan “kedaulatan negara” ditentang oleh semua pluralis yang menginginkan kebebasan dan berpandangan bahwa “kedaulatan” yang konotasinya adalah kekuasaan lembaga politik tertentu, badan legislatif, agen dan situasi dalam wilayah tertentu; sehingga
    “kedaulatan” adalah konsep yang “cacat”, karena tidak ada lembaga yang memiliki kekuasaan begitu besar, kecuali ditujukan untuk menghantam sumber-sumber kekuasaan,
    asosiasi dan administrasi plural di dalam masyarakat.

Nasionalisme merupakan suatu paham yang mengutamakan persatuan dan
kebebasan bangsa. Nasionalisme memuat beberapa prinsip yaitu: kesatuan, kebebasan, kesamaan, kepribadian, dan prestasi. Nasionalisme juga dapat diartikan sebagai perpaduan dari rasa kebangsaan dan paham kebangsaan. Dengan semangat kebangsaan yang tinggi, kekhawatiran akan terjadinya ancaman terhadap keutuhan bangsa akan dapat terhindarkan.

Nasionalisme merupakan sebuah penemuan sosial yang paling menakjubkan dalam perjalanan sejarah manusia, paling tidak seratus tahun terakhir. Tidak ada satu pun ruang sosial di muka bumi yang lepas dari pengaruh ideologi ini. Tanpa
nasio nalisme, lajur sejarah manusia akan berbeda sama sekali. Berakhirnya perang dingin dan semakin merebaknya gagasan dan budaya globalisme (internasionalisme) pada dekade 1990-an hingga sekarang, khususnya dengan adanya teknologi komunikasi dan informasi yang berkembang dengan sangat pesat.

Sponsors Link

Dalam nasionalisme terkandung prinsip yang merupakan ciri nasionalime yakni

1. Adanya prinsip kebersamaan

Prinsip kebersamaan menuntut setiap warga negara untuk menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan,

2. Mengandung Prinsip persatuan dan kesatuan

Prinsip persatuan dan kesatuan menuntut setiap warga negara harus mampu mengesampingkan pribadi atau golongan yang dapat menimbulkan perpecahan dan anarkis (merusak), utnuk menegakkan prinsip persatuan dan kesatuan setiap warga negara harus mampu mengedepankan sikap : kesetiakawan sosial, perduli tehadap sesama, solidarias dan berkeadilan sosial.

3. Demokrasi

Prinsip demokrasi memandang : bahwa setiap warga negara mempunyai
kedudukan, hak dan kewajiban yang sama, karena hakikanya kebangsaan
adalah adanya tekad unuk hidup bersama mengutamakan kepentingan bangsa dan negara yang tumbuh dan berkembang dari bawah untuk bersedia hidup sebagai bangsa yang bebas, merdeka, berdaulat, adil dan makmur.

4. Rasa cinta terhadap tanah air

Rasa cinta tanah air atau nasionalisme adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan rasa loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat ia tinggal yang tercermin dari perilaku membela
tanah airnya, mencinatai adat atau budaya yang ada di negaranya dengan melestarikan dan melestarikan alam dan lingkungan.

Itulah tadi, ciri ciri pluralisme dan nasionalisme secara umum. Swmoga bermanfaat.

, ,
Post Date: Monday 13th, May 2019 / 14:50 Oleh :
Kategori : Pro Kontra