Sponsors Link

4 Ciri Ciri Perang Gerilya Bangsa Indonesia Dalam Mempertahankan Kemerdekaan

Sponsors Link

Perang Gerilya merupakan terjemahan dari bahasa Spanyol: guerrilla yang secara harafiah berarti perang kecil. Perang gerilya adalah perang yang dilakukan secara sembunyi sembunyi, penuh kecepatan, sabotase dan biasanya dalam group yang kecil tapi sangat fokus dan efektif. Bagi tentara perang gerilya sangatlah efektif.

ads

Mereka dapat mengelabui,menipu atau bahkan melakukan serangan kilat. Taktik ini juga sangat membantu dan manjur saat menyerang musuh dengan jumlah besar yang kehilangan arah dan tidak menguasai medan. Kadang taktik ini juga mengarah pada taktik mengepung secara tidak terlihat (invisible) sebagaimana sanksi pelanggaran hak paten .

Gerilya adalah salah satu strategi perang yang dikenal luas, karena banyak digunakan, selama perang kemerdekaan di Indonesia pada periode 1950-an. A.H. Nasution yang pernah menjabat pucuk panglima Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Darat (TNI-AD) menuliskan di buku “Pokok-pokok Gerilya”. Sampai sekarang taktik ini masih dipakai teroris untuk sembunyi.

Jika mereka menguasai medan mereka dapat melakukan : penahanan sandera, berlatih, pembunuhan hingga menjadi mata-mata. Dan musuh dapat melakukan nomaden, yaitu berpindah- pindah sebgaimana contoh kasus pelanggaran hak cipta .

Sejarah Perang Gerilya Bangsa Indonesia

Pasukan Tentara Belanda melakukan serangan penyerangan militer ke II melakukan serangan dari udara laut dan darat keseluruh wilayah nusantara. Pada tanggal 19 Desember 1948. Tujuanya ialah menguasai nusantara kembali dengan cara keseluruhan, dari pihak Indonesia tak mungkin melakukan perlawanan perang melewati perang stelling alias frontale corlog, disebabkan peralatan yang tak lebih dari sisi persenjataan yang tak lebih memadai untuk mempersiapkan alat alat itu tak memungkinkan bagi Indonesia sebab Indonesia yang baru membentuk Negara maka belum siap untuk mempersiapkan alat alat perang itu.

Pasukan Indonesia wajib mencari tutorial lain untuk menghadapi serangan pasukan belanda yaitu dengan taktik perang grilia.serangan tentara belanda itu datangnya sangat mendadak yang sangat susah dihadapi Indonesia dengan cara lansung.perang gredia ini dimasukan untuk menghadpi masa perang yang panjang dan juga menghindari korban yang tak sedikit tetapi kadang-kadang rakyat dan para tentara kami tak lebih memahami taktik grelia tersebut sebgaimana ciri ciri masyarakat hukum adat.

Perang gerilya adalah tekhnik mengepung dengan cara tak terkesan (infisibble).Perang gerilya adalah bentuk perang yang tak terbelit dengan cara resmi pada ketentuan perang.Saat itu perang gerilya dipimpin oleh Jenderal Sudirman sebagaimana hukuman yang masih rendah bagi para koruptor . Adapun ciri ciri perang gerilya yang dilakukan oleh bangsa indonesia antara lain.

Sponsors Link

Ciri Ciri Perang Gerilya Bangsa Indonesia

  1. Menghindari perang terbuka

Perang gerilya sendiri merupakan perang secara sembunyi sembunyi. Sehingga tentunya perang dilakukan secara sembunyi dan menghindari perang secara terbuka. Sebab selain dari segi kekuatan tenta yang kalah jauh dari jumlah tentara belanda, persenjataan bangsa Indonesia juga kalah lebih canggih dibandingkan tentara Belanda. Maka tidak ada pipihan lain selain menghindri perang secara terbuka. Dengan demikian maka tentu jumlah korban yang harus jatuh juga dapat diminimalisir.

Pada saat itu juga tentara Belanda belum banyak mengetahui mengenai wilayah Indonesia. Terutama wilayah geografis, Oleh sebab itu tentara bangsa kita sangat memanfaatkan hal ini. Mereka memancing para tentara untuk datang ke wilayah yang memang sebelumnya sudah dipersiapkan sebagai lokasi menyerang. Sehingga saat tentara belanda masuk jebakan maka tentara indonesia hanya tinggal melkaukan serangan saja. Tentu dalam kondidi tersebut sangat menguntungkan bagi tentara Indonesia untuk dapat memukul mundur tentara Belanda.

2. Menghantam musuh dengan cara tiba-tiba

Ciri perang gerilya yang kedua adalah dengan melakukan serangan secara tiba- tiba. Tentu dalam kondisi kaget para tentara Belanda yang memang sedang dalam kondisi tidak siap akan kalang kabut dan juga tidak bisa melakukan perlawanan dengan optimal. Sehingga hal ini akan membuat para tentara Indonesia yang lebih siap dapat meraih kemenangan. Kondisi yang demikian tentu dimanfaatkan dengan baik oleh para tentara Indonesia. Sebab ika hanya mengandalkan kekuatan dan persenjataan tentu kita kalah jauh hukuman pelanggaran hal ringan .

Sehingga dengan demikian maka tentu melakukan serangan secara tiba tiba menjadi salah satu pilihan yang paling bisa memberikan hasil yang optimal. Benar saja, dari strategi perang gerilya yang diterapkan pada akhirnya dapat merepotkan para tentara Belanda. Sehingga tentunya dapat memberikan hasil yang baik dalam perjuangan bangsa Indonesai dalam mengatasi penjajahan tentara belanda.

3. Menghilang ditengah lebatnya hutan alias kegelapan malam

Kondisi dan letak geografis Indonesia yang saat itu masil dikelilingi hutan belantara begitu dimanfaatkan. Salah satunya adalah dengan menggunakan perang gerilya. Dimana hutan merupakan lokasi paling baik untuk dilakukan tempat persembunyian. Setelah melakukan pertempuran maka jalan untuk kabur adalah menuju hutan belantara. Dengan demikian para tentara Belanda juga mengalami kesulitan untuk mengejar. Terlebih lagi mereka tidak mengetahui jalan untuk mengejar,

Apalagi kondisi hutan belantara saat itu benar benar menjadi momok yang menakutkan bagi para tentara Belanda. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab dari kekalahan tentara Belanda pada masa itu. Selain juga karena betapa tangguhnya tentara kita, kondisi alam dan kondisi bentang wilyah kita begitu mendukung perjuanagna dalam mempertahankan kemerdakaan Indonesia yang ingin kembali dijajah oleh bangsa Belanda.

Sponsors Link

4. Menyamar sebagai rakyat biasa

Adapun ciri dari perang gerilya yang terakhir adalah dengan cara melakukan penyamaran sebagai rakyat biasa. Dengan melakukan penyamaran sebagai rakyat biasa maka para tentara akan dapat dengan leluasa menyelinap untuk mendapatkan informasi. Cara ini juga sangat efektif untuk dapat mengelabui para  tentara Belanda. Sehingga tentunya akan lebih mudah dan leluasa dalam  menyusun strategi perang yang paling efektif sebagai contoh pelanggaran semokrasi .

Penerapan startegi peramg gerilya ini berakibat kepada pihak Belanda menjadi kesulitan untuuk menggempur tentara republik.setiap target yang diserang belanda,banyak yang telah kosong,namun pada saat yang tak disangka-sangka,tentara republik menyerang kedudukan Belanda dengan cepat. Saat Belanda kembali menggencarkan serangan , kubu-kubu tentara republik telah kosong.

Taktik perang gerilya ini pada akhirnya juga memberikan reaksi positif dari DK PBB. Dewan Keamanan PBB mulai menuturkan penyerangan Belanda yang ke-2 itu. Dalam pertemuan 28 January 1949, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang memerintahkan penghentian semua operasi militer Belanda & penghentian semua aktivitas gerilya tentara Republik. Tidak hanya mendapat tekanan dari DK PBB.

Demikian juga Amerika Serikat yang dengan cara positif telah merubah pandangan atas Indonesia, segera memberikan tekanan politik kepada Belanda. Amerika Serikat mengancam tidak akan memberikan bantuan dana dari program Marshall Plan kepada Belanda. Dampak terus- menerus memperoleh tekanan politik dari dunia internasional & terus besarnya performa pasukan Republik melancarkan serangn gerilya, yang akhirnya Belanda menerima resoulusi DK PBB. Resoulusi DK PBB telah mengakhiri aksi Belanda dalam penyerangan militer ke- 2.

Itulah tadi, 3 Ciri Ciri Perang Gerilya Bangsa Indonesia dalam mengusir penjajahan Belanda. Semoga dapat bermanfaat.

, , ,
Post Date: Tuesday 09th, October 2018 / 09:35 Oleh :
Kategori : Militer