3 Ciri Ciri Partai Politik Dalam distem Demokrasi

Ciri Ciri Partai Politik, menjadi topik yang akan kita bahas dalam kesempatan kali ini. Namun, sebelum membahas mengenai hal tersebut, sebaiknya kita kupas terlebih dahulu mengenai pa itu partai politik. Sebagai negara demokrasi tentunya sebagian dari masyarakat kita sudah paham mengenai apa itu parpol. Secara umum definisi partai politik itu sendiri adalah organisasi politik yang menjalankan ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus.

Dalam definisi lain partai politik merupakan kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Bisa juga di definisikan, perkumpulan (segolongan orang-orang) yang seasas, sehaluan, setujuan di bidang politik. Baik yang berdasarkan partai kader atau struktur kepartaian yang dimonopoli oleh sekelompok anggota partai yang terkemuka. Atau bisa juga berdasarkan partai massa, yaitu partai politik yang mengutamakan kekuatan berdasarkan keunggulan jumlah anggotanya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), partai politik berarti perkumpulan yang didirikan untuk mewujudkan ideologi politik tertentu. Dalam sejarah Indonesia, keberadaan Partai politik di Indonesia diawali dengan didirikannya organisasi Boedi Oetomo (BO), pada tahun 1908 di Jakarta oleh Dr. Wahidin Soediro Hoesodo dkk. Walaupun pada waktu itu BO belum bertujuan ke politik murni, tetapi keberadaan BO sudah diakui para peneliti dan pakar sejarah Indonesia sebagai perintis organisasi modern. Dengan kata lain, BO merupakan cikal bakal dari organisasi massa atau organisasi politik di Indonesia.
Menurut Surbakti, fungsi utama partai politik adalah mencari dan mempertahanan kekuasaan guna mewujudkan program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu. Namun, partai politik juga melaksanakan sejumlah fungsi lain. Fungsi lain tersebut adalah sosialisasi politik, rekrutmen politik, partisipasi politik, pemadu kepentingan, komunikator politik, pengendalian konflik, dan kontrol politik. Menurut Undang-Undang No.2 Tahun 2008 Pasal 10 dalam Saputra (2015: 175), tujuan partai politik secara khusus adalah sebagai berikut:

Meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan.
Memperjuangkan cita-cita partai politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara.
Membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara.

Partai politik memiliki beberapa ciri-ciri yaitu:

  • Memiliki fondasi yang berasal dari masyarakat lokal

Sebuah partai politik haruslah berasal dari masyarakat lokal, sebab dalam sistem demekrasi nanti pasrta politik inilah yajg nantinya akan mewakili suara masyarakat lokal di dalam sistem pemerintahan. Sebagai contoh kelompok masyarakat lokal demgan profesi buruh diwakili oleh partai serikat buruh. Dengan hal ini maka tentu jika partai burih dapat mengantarkan wakilnya ke pemerintahan maka pasti wakil tersebut haruslah mampu mewakili kepentingan kelompok buruh. Hal inilah yang nantinya menjadi penjabaran dari keterlibatan masyarakat lokal dalam sebuah partai politik.

[AdSense-B]

  • Melakukan kegiatan yang terus menerus

Maksud dari ciri ini adalah yang bukan partai lima tahunan. Meskipun sedang tidak ada pemilihan umum, partai ini harus tetap melakukan kegiatan tertentu. Sebagaimana kita ketahui bahwa pemilu dinegara kita inu dilaksanakan setiap 5 tahun sekali.
Pemilihan umum (disebut Pemilu) adalah proses memilih orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu.

Jabatan-jabatan tersebut beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas, walaupun untuk ini kata ‘pemilihan’ lebih sering digunakan.

Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, hubungan publik, komunikasi massa, lobi dan lain-lain kegiatan. Meskipun agitasi dan propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda banyak juga dipakaioleh para kandidat atau politikus selalu komunikator politik.

[AdSense-C]

  • Berusaha buat bisa mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan

Ini juga menjadi salah satu tujuan diadakannya pemilu. Motif utama lahirnya parpol adalah untuk mendapatkan kekuasaan. Dalam pengertian ini, kekuasaan digunakan sebagai alat untuk merealisasikan aspirasi rakyat. Salah satu ruang kekuasaan itu adalah kursi di kabinet. Sudah menjadi fatsun politik bahwa parpol pendukung pemerintah akan mendapat jatah di kabinet sebagai imbalan atas dukungan mereka.

  • Ikut serta dalam pemilihan umum

Partai politik merupakan organisasi yang bersifat nasional yang dibentuk oleh sekelompok warga negara dengan sukarela, karena ada kesamaan tujuan untuk membela dan memperjuangkan tujuan bersama. (UU RI No.2 Tahun 2008 tentang partai politik).

Sedangkan pemilu adalah suatu proses untuk memilih seorang anggota partai politik yang berhak untuk menduduki jabatan-jabatan tertentu. Dan partai politik merupakan satu-satunya partai yang berkaitan dengan pemilu. Di musim pemilihan umum partai politik bertugas untuk menutupi kelemahannya dengan cara menyusun strategi untuk menguatkan identitas partainya, agar menarik simpati masyarakat agar memilih kandidat dari partai politik tersebut.

itulah tadi, 3 Ciri ciri partai politik dalam sistem demokrasi. Semoga dapat bermanfaat.