5 Ciri Ciri Paham Pluralisme Agama

ciri ciri paham pluralisme, Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang memiliki bermacam suku bangsa, budaya, bahasa, dan agama. Secara umum agama diartikan sebagai ajaran yang berasal dari Tuhan atau hasil renungan manusia, yang terkandung dalam kitab suci yang turun temurun
diwariskan oleh satu generasi ke generasi selanjutnya. Bertujuan untuk memberi tuntunan dan pedoman hidup bagi manusia agar mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Agama sebagai the way of life mampu memberikan jawaban setiap persoalan-persoalan yang muncul dalam kehidupan. Jika agama dipahami dengan hakikat filsafat, akan memperkuat keyakinan beragama secara intelektual.

Secara psikologis agama juga menjalankan suasana hati dengan memberikan motivasi secara kuat sehingga dapat memberikan keyakinan dan ketenangan kepada para pemeluknya. Bahkan, ketika agama dipahami secara sosiologis, para pemeluknya semakin bertoleransi antar agama dan inter agama. Nilai Ke indonesiaan bangsa Indonesia sangat beragam, meskipun realitasnya dalam keberagaman tersebut bermayoritas agama Islam.

Islam masuk ke Indonesia dengan cara-cara damai. Untuk itu, modal keindonesiaan yang paling berharga ialah persatuan, keutuhan wilayah negara, bahasa kesatuan, kontitusi dan falsafah negara serta sistem pemerintahan yang meliputi seluruh tanah air, dan pembangunan ekonomi secara pragmatis. Selain itu, modal Keindonesiaan yang paling mahal adalah pengalaman bangsa Indonesia menjalani kehidupan kemasyarakatan yang pluralisme.

Pluralisme agama adalah sebuah paham tentang pengakuan keberadaan (bahkan kebenaran, untuk kalangan tertentu) agama-agama lain dalam pandangan Islam yang menganjurkan manusia untuk bersikap dewasa dan positif dalam menghadapi keadaan tersebut, menerima keanekaragaman, toleransi yang memberikan kebebasan dan kesempatan bagi setiap orang menjalani kehidupan menurut keyakinan masing, karena yang
dibutuhkan dalam masyarakat majemuk adalah agar setiap manusia berlomba-lomba dalam kebaikan dengan jalan yang sehat dan benar.

[AdSense-B]

Pluralisme agama lahir dari fenomena konflik antar agama yang kemudian mengharuskan lahirnya sikap toleransi antara pemeluk agama satu dengan pemeluk agama yang lain. Pluralisme agama dalam islam didasarkan pada bukti bahwa Islam merupakan agama inklusif yang bersifat terbuka yang mempunyai sikapsikap unik yang berbeda dari sikap-sikap kegaamaan yang lain, yaitu toleransi, kebebasan, keterbukaan, keadilan dan kejujuran.

Adapun ciri ciri pluralisme agama adalah

  1. Kesetaraan atau persamaan (equality). Ajaran pluralisme agama mengajarkan semua agama sama dan setara, tak ada yang paling baik dan tak ada yang paling buruk.
  2. Liberalisme atau kebebasan. Ajaran pluralisme agama mengajarkan hak kebebasan beragama, dalam arti keluar-masuk agama. Hari ini seseorang boleh menjadi Muslim,
    esok menjadi Kristen, esok lusa menjadi Hindu, dan seterusnya.
  3. Relativisme. Sebetulnya ini adalah implikasi dari kedua watak yang sebelumnya. Ajaran pluralisme agama mengajarkan kebenaran agama relative.
  4. Reduksionisme. Untuk sampai kepada kesetaraan atau persamaan, ajaran pluralisme agama telah meredusir jati-diri atau identiti agama-agama menjadi entiti yang lebih sempit dan kecil, yakni sebagi urusan pribadi (private affairs). Dengan kata lain pluralism agama itu berwatak sekular.
  5. 5Eksklusivisme. Ramai orang yang gagal mengidentifikasi dan memahami watak atau ciri yang satu ini. Hal ini disebabkan selama ini ajaran pluralisme agama ini diwar-warkan sebagai anti-eksklusivisme. Ia sering menyuguhkan dirinya sebagai ajaran yang “tampak” ramah dan sangat menghormati ke-berbedaan (the otherness) dan menjunjung tinggi kebebasan. Tapi pada hakikatnya, dia sebetulnya telah merampas kebebasan pihak lain dan menginjak-injak serta memberangus ke-berbedaan, apabila dia mendeklarasikan -diri dan mengkleim sebagai pemberi tafsir/teori/ ajaran tentang kemajemukan /keberagaman/keberbagaian agama-agama yang absolute benar, i.e., “bahwa semua agama sama.” Jadi sesungguhnya ia telah merampas dan menelanjangi agama-agama dari kleim Jadi sesungguhnya ia telah merampas dan menelanjangi agama-agama dari kleim kebenaran absolute-nya masing-masing untuk kemudian dimiliki dan dimonopoli oleh dirinya sendiri secara eksklusif.

Barangkali inilah ciri-ciri utama yang menonjol yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi atau mengenal-pasti sosok ajaran pluralisme agama, sehingga kita tidak keliru memahaminya dan tidak terjebak dalam ketersesatan akibat ke-tidak-tahuan yang kita ciptakan sendiri.
Kerana itu, memang umat Islam harus sangat berhati-hati dalam mengadopsi satu istilah atau fahaman yang jika tidak berhati-hati akan dapat merusak keimanannya sendiri. Islam – sejak awal kelahirannya – sudah memiliki konsep yang jelas bagaimana memandang agama lain dan bagaimana berhubungan dengan pemeluk agama lain.

itulah tadi, 5 ciri ciri paham pluralisme agama, semoga dapat bermanfaat.