Beberapa Cara Mencegah Korupsi Sejak Dini

Pada jaman sekarang ini, sangat mudah kita menemukan tindak kecurangan dalam kegiatan sehari-hari. Tindakan kecurangan inilah seperti sebuah hal yang sudah mendarah daging dan menjadi kebiasaan bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Tindakan tersebut adalah korupsi. Korupsi merupakan suatu hal yang dilakukan untuk memperkaya diri sendiri dan atau orang kain dengan cara mengambil harta milik pihak lain tanpa sepengetahuan dari pemilik harta tersebut. Dari definisi tersebut kita bisa menyamakan tindakan korupsi ini dengan pencurian.

Namun, dengan maraknya kejadian tersebut di Indonesia, masyarakat seolah menganggap hal tersebut fenomena yang biasa saja di negara ini. Permasalahan ini seolah tidak mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat sendiri. Namun, perlahan tapi pasti sebagian masyarakat telah memulai langkah baru untuk menanamkan Pancasila yang mengandung prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila, kelebihan Demokrasi Pancasila, dan contoh Demokrasi Pancasila ke dalam pembelajaran untuk para generasi muda yang mulai berkembang agar bisa terjauhkan dari tindakan korupsi ini.

Hal tersebut sangat perlu dilakukan dan terus diaplikasikan karena tindakan korupsi ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada tingkat pejabat saja seperti pada ccontoh kejahatan kerah putih atau contoh kejahatan korporasi, namun apabila kita melihat lebih jeli lingkungan di sekitar kita, mungkin kita dapat menemukan praktek korupsi tersebut bahkan di masyarakat umum. Sama seperti contoh kejahatan cyber crime, celah untuk melakukan kejahatan ini sangatlah dapat dengan mudah dimasuki. Dan apabila seseorang sudah masuk kedalam celah tersebut, maka untuk keluar dari kebiasaan korupsi tersebut sangatlah sulit.

Untuk itu, kita sebagai orang tua, pengajar, atau orang yang lebih dewasa perlu menanamkan beberapa nilai kepada para generasi muda, dengan tujuan agar mereka bisa tahu dampak dan juga akibat yang ditimbulkan dari aktifitas korupsi ini. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah korupsi sejak dini yang dapat anda tanamkan di keluarga anda.

Menanamkan Kejujuran

Penanaman nilai-nilai kejujuran sebagai salah satu cara mencegah korupsi sejak dini sangatlah penting. Sebelum masuk kedalam topik yang lebih berat seperti hukuman koruptor di China, hukuman seumur hidup menurut Pasal 10 KUHP, ataupun hukuman bagi penuduh zina, topik-topik yang kebanyakan belum dimengerti oleh anak, alangkah baiknya jika kita mulai mengajarkan dengan contoh-contoh yang lebih sederhana.

Anda bisa menjelaskan prinsip-prinsip kejujuran yang ada di dalam kegiatan yang mereka lakukan sehari-hari seperti mengerjakan ujian, berkata jujur dengan teman, atau pun jujur pada saat ditanya oleh orang tua. Dengan begitu, secara perlahan kita dapat menanamkan sifat kejujuran kepada diri mereka agar pada saat mereka dewasa, mereka bisa memiliki ketahanan terhadap tindakan korupsi yang dapat dilakukan dengan mudah apabila di dalam seseorang sudah memiliki sikap tidak jujur.

[AdSense-B]

Memberikan Pengertian Hukum yang Berlaku

Setelah memberikan generasi muda mengenai pentingnya bersikap jujur, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan untuk bisa mencegah tindakan korupsi sejak dini adalah dengan memberikan pengertian mengenai hukum. Tidak perlu menjelaskan pengertian yang berat seperti apa arti dari demokrasi rakyatdemokrasi material, atau mungkin beberapa contoh hukuman yang mendidik bagi siswa SMA, namun lebih seperti memberikan gambaran seperti apa hukum yang berlaku di Indonesia.

Contohnya, ketika seseorang melakukan kejahatan, maka ia akan dihukum oleh polisi. Apabila seseorang melakukan kejahatan kepada orang lain, maka ia akan dikurung oleh aparat. Walaupun sepertinya agak menyeramkan untuk mereka bayangkan, namun secara perlahan kita dapat membentuk mental disiplin di diri mereka. Dengan adanya rasa disiplin, mereka akan selalu taat kepada hukum.

Hidup Sederhana

Rasa haus akan kekayaan dapat dihapuskan dengan kesederhanaan. Rasa untuk dapat hidup dengan sederhana dapat membuat mereka merasa berkecukupan. Anda bisa mulai menamkan nilai-nilai kesederhanaan lewat berbagai macam aktifitas. Ingatkan kepada anak anda bahwa saat mereka menginginkan sesuatu, ia masih punya keluarga dan rumah yang menyayangi mereka.

Terapkan kebiasaan untuk membeli suatu barang yang baru apabila barang yang lama benar-benar tidak bisa digunakan atau tidak bisa diperbaiki lagi. Katakan kepada mereka bahwa yang paling penting dari suatu barang adalah fungsi nya, bukan bagus atau baru nya.

Mengajarkan Sifat Tanggung Jawab

Tanggung jawab sangat berhubungan erat dengan konsekuensi. Apabila seseorang melakukan sesuatu, ia akan mendapat ganjaran dari perbuatan tersebut. Rasa tanggung jawab dapat ditanamkan kepada diri anak dengan mengingatkan mereka untuk melakukan tugas harian mereka, atau mengakui kesalahan yang diperbuat.

Hal tersebut nantinya akan berkembang menjadi sebuah prinsip untuk hidup bertanggung jawab dengan menghormati dan mematuhi aturan-aturan yang ada pada hukum yang berlaku seperti macam macam hukum di Indonesia, macam macam hukum perdata, dan juga tentunya macam macam hukum positif. Hal tersebut dapat dipertahankan karena pemahaman mengenai konsekuensi yang telah mereka dapatkan sejak dini.

Meningkatkan Keberanian

Keberanian bukan berarti berani untuk melakukan kejahatan, namun sebaliknya. Apabila menemukan sesuatu yang janggal, seseorang dengan keberaniannya dapat mengungkap dan melaporkan tindakan tersebut kepada pihak yang berwenang. Hal tersebut dapat ditanamkan sejak dini pada kegiatan mereka seperti berani untuk menegur teman yang mengejek, berani menegur orang yang membuang sampah sembarangan, dan berani menegur teman yang curang saat ujian.

Di lain sisi, selain keberanian anak yang terpupuk, rasa percaya diri mereka juga dapat meningkat. Rasa percaya diri tersebut sangat penting untuk anak, terutama untuk perkembangan sosialisasi mereka. Dengan adanya percaya diri, maka seseorang dapat dengan berani mengungkap kesalahan-kesalahan tersembunyi yang ada di sekitarnya, seperti tindakan korupsi contohnya. Ia yakin akan tindakannya, dan dengan berani mengungkapkan fakta yang ada kepada pihak yang berwajib.

[AdSense-C]

Menumbuhkan Kepedulian

Langkah selanjutnya untuk sebagai cara mencegah korupsi sejak dini adalah menumbuhkan rasa kepedulian. Rasa empati perlu ditumbuhkan sejak kecil melalui beberapa contoh seperti menolong orang tua yang ingin menyebrang jalan, menghibur teman atau keluarga yang sedang sedih, dan menolong hewan yang sedang kesakitan.

Meskipun contoh-contoh yang kita sampaikan merupakan hal yang terlihat sederhana, hal-hal tersebut sebenarnya mengandung arti yang penting mengenai kepedulian, terhadap sesama manusia dan makhluk hidup. Rasa kepedulain tersebut terus dipupuk hingga ia dewasa sehingga ia bisa menjadi orang yang bijaksana dan dapat berpikir dengan jernih sebelum melakukan hal yang dilarang seperti tindakan korupsi ini.

Kepedulian yang tinggi akan menyebabkan seseorang berpikir dua kali terhadap tindakan yang akan ia lakukan. Apakah tindakan tersebut akan memberikan dampak negatif terhadap orang lain? Apakah tindakan tersebut akan memberikan kerugian atau kerusakan, dan lain sebagainya. Dengan begitu, ia bisa terhindar dari korupsi karena mengetahui bahwa tindakan tersebut akan memberikan kerugian terhadap negara dan rakyatnya.

Itulah tadi pembahasan singkat mengenai beberapa cara mencegah korupsi sejak dini. Kita perlu mengajarkan hal-hal tersebut secara kontinu agar menjadi suatu kebiasaan bagi anak. Selain mengajar, kita juga perlu mengawasi dan membimbingnya.

Generasi muda merupakan aset negara yang luar biasa. Mereka bisa menjunjung negara ini dengan lebih baik di masa depan apabila mereka memperoleh bekal positif sejak dini yang diperoleh dari lingkungan keluarga dan masyarakat.