Sponsors Link

5 Bahaya Politik Identitas Bagi Keutuhan NKRI

Sponsors Link

Bahaya politik Identitas, Salah satu hal yang membuat Hitler dan NAZI menjadi berkuasa di Jerman.. Ialah eksploitasi politik identitas. Baik dengan mengglorifikasi bangsa arya dan mensetankan orang yahudi. Padahal ya soal identitas ini sifat inheren sesuatu hal yang tidak bisa kita pilih-pilih. Bahkan agama sekalipun, ada beberapa orang yang gak menjalankan agama nya dengan baik namun meyakini agama tetap menjadi identitas dirinya. Sehingga disini lah problem dari politik identitas tersebut.

ads

Identitas sebagai politik pada dasarnya tidak masalah, karena itu bagian dari realita dari mana kita berasal, yang menjadi problem dikala identitas ini di amplifikasi, dimanipulasi untuk target-target politik sembari membenturkan dengan identitas lawan. Padahal kita hidup dalam sebuah pluralitas atau kemajemukan yang tidak bisa kita hindari. Dan kita juga tidak hidup dalam logika zero sum, bila yang satu menang maka yang lain kalah sebagaimana  apa itu politik terbuka.

Dan yang paling berbahaya ialah politik identitas bisa mengesampingkan rasionalitas, dari hal ini akan banyak sekali rentetan akibat nya, bisa kebijakan yang tidak tepat, kebijakan yang sekadar populis. Isu-isu yang menyertai jelang pemilu menunjukkan kian brutalnya klaim pihak-pihak yang berkepentingan sebagaimana  cara memberi hukuman kepada anak. Opini-opini menyesatkan disebar layaknya virus-virus yang siap menyerang kewarasan. Sisi universal kemanusiaan dicerabut demi mencapai hasrat kelompok. Kita seperti digiring untuk melupakan kodrat manusia yang dianugerahi identitas primordial yang personal sebagai bentuk kesempurnaan ciptaan Sang Maha Kuasa.

Berikut merupakan rangkuman dari beberapa bahaya politik identitas bagi keutuhan bangsa, selengkapnya dapat disimak dalam uraian berikut ini :

  1. Mengancam keutuhan NKRI

Saat ini ancaman terhadap keutuhan bangsa semakin mengkhawatirkan karena politik identitas yang mengedepankan identitas agama menjadi semakin mengental. Bukan hanya politik identitas, bahkan, saat ini ada kelompok-kelompok yang mulai mempersoalkan ideologi bangsa. Tentunya hal ini menjadi ancaman yang sangat besar bagi keutuhan bangsa. sangat ironis, kenapa pada Pemilu 2019 ini muncul pihak-pihak yang mempersoalkan ideologi bangsa. Padahal dulu tidak ada, bahkan hingga era Orde Baru dan beberapa pemilu langsung di era reformasi hingga pemilu 2014 tidak ada yang mempersoalkan ideologi bangsa, pemahaman mengenai bahaya dari politik identitas di tengah masyarakat. Perlu diberikan sebab isu SARA itu menyangkut emosi massa yang sebagian bahkan tidak mengetahui fakta sebenarnya seperti  contoh pelanggaran norma sosial dan  contoh pelanggaran nilai nilai Pancasila..

  1. Menimbulkan adu domba

Sejatinya politik yng mengtasnamankan identitas akan dapat membawa dampak adu domba antara pihak stud an lainnya. Terlebih lagi jika berkaitan dengan identitas baik isu agama atau personal maka hal ini akan dirasa lebih sensitive. Karena politik identitas itu sejatinya kejam dan tajam karena bisa menjerumuskan mereka mereka kedalam jurang permusuhan yang pada akhirnya akan membawa berbagai dampak yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

  1. Hilangnya pluralitas

Pluralisme (bahasa Inggris: pluralism), terdiri dari dua kata plural (=beragam) dan isme (=paham) yang berarti paham atas keberagaman. Definisi dari pluralisme seringkali disalahartikan menjadi keberagaman paham yang pada akhirnya memicu ambiguitas. Pluralisme juga dapat berarti kesediaan untuk menerima keberagaman (pluralitas), artinya, untuk hidup secara toleran pada tatanan masyarakat yang berbeda suku, gologan, agama,adat, hingga pandangan hidup. Pluralisme mengimplikasikan pada tindakan yang bermuara pada pengakuan kebebasan beragama, kebebasan berpikir, atau kebebasan mencari informasi, sehingga untuk mencapai pluralisme diperlukanadanya kematangan dari kepribadian seseorang dan/atau sekelompok orang.

Sponsors Link

  1. Menimbulkan Polarisasi

Polarisasi isu pribumi dan non-pribumi juga tak bisa dianggap angin lalu. Memori kita masih segar mengingat kerusuhan yang menelan korban jiwa tak terperikan di hari-hari jelang runtuhnya rezim Orde Baru. Isu non-pribumi dikoar-koarkan untuk menyerang mereka yang berkulit putih dan bermata sipit, identitas yang kini sering disebut dengan istilah ‘aseng’. Padahal, jika masyarakat peduli literasi dan diberikan informasi yang proporsional, akan menemukan jejak-jejak pribumi yang tak hanya dimiliki oleh satu suku atau ras saja. Deretan pejuang kemerdekaan nasional lahir dari identitas yang berbeda-beda. Jika tetap ngotot dengan sentimen pribumi, maka sesuai sejarah, kita akan kembali ke era homo erectus sejuta tahun silam sebagaimana hukuman bagi pelanggaran ham ringan..

  1. Membawa perselisihan

Perselisihan soal agama dan klaim ketuhanan tentu tak akan pernah selesai. Bahkan, seorang yang mengaku atheis pun pada hakikatnya tak mungkin menyangkal keberadaan Zat Ilahiah. Penjelasan yang sangat rasional dari Dostoevsky, “bila dinyatakan bahwa di alam semesta ini tidak ada Tuhan, menjadi jelaslah bahwa semua perbuatan apapun akan dibenarkan.” Kalimat ini memberikan penjelasan bahwa kebenaran bisa hadir pada setiap kelompok, tapi yang berhak menentukan kebenaran universal hanya Tuhan. Artinya, untuk dimensi ketuhanan, bisa saja sekelompok orang memegang teguh kebenarannya, sama halnya dengan kelompok lain. Semua bisa benar, juga bisa salah.

Sejatinya , Jika benturan identitas primordial ini terus-menerus dibiarkan, maka demokrasi kita tak ubahnya rimba belantara, yang kuat yang akan menerkam yang lemah, dan yang banyak yang akan berkuasa. Menggoreng isu primordial dalam Pilkada sama halnya mengadu seekor domba dengan serigala lapar, atau membiarkan seekor anak ayam sekandang dengan ular piton. Mengerikan.

Itulah tadi, 5 bahaya politik identitas bagi NKRI. Semoga dapat bermanfaat.

,
Post Date: Tuesday 09th, April 2019 / 04:14 Oleh :
Kategori : Politik