Sponsors Link

Banyak Tak Disadari, Inilah 3 Bahaya Budaya Kerja yang Berlebihan

Sponsors Link

Perlu dipahami bahwa seseorang, perusahaan, atau mungkin suatu negara memiliki budaya kerja yang cenderung tidak sama antara yang satu dengan yang lainnya. Namun tujuan dari budaya kerja ini adalah untuk membuat masyarakat tersebut menjadi pribadi yang produktif sehingga bisa memberikan manfaat untuk perusahaan atau tempat dimana dia bekerja.

ads

Budaya kerja merupakan sebuah konsep yang di dalamnya mengatur perilaku kolektif, prinsip, dan juga keyakinan dari seseorang atau anggota organisasi. Ada juga yang berpendapat bahwa budaya kerja merupakan kumpulan asumsi dasar yang dipelajari dan diperoleh berdasarkan pemecahan masalah yang ada di dalam maupun juga luar perusahaan.

Sebenarnya penerapan budaya kerja memang bermanfaat dan akan memberikan dampak positif, namun jika ternyata dilakukan dengan berlebihan maka tentu bisa menimbulkan permasalahan yang bisa berakibat pada individu. Lalu apa saja permasalahan tersebut? Berikut ini jawabannya.

1. Kelelahan

Bahaya pertama yang disebabkan oleh budaya kerja yang berlebihan adalah kelelahan. Perlu dipahami bahwa penerpaan budaya kerja memang tidak sama antara perusahaan yang satu dengan yang lain. Ada yang perusahaan sampai memaksa karyawannya bekerja melebihi batas waktu yang ditentukan sehingga hal ini malah membuat karyawan tersebut merasa kelalahan.

Meskipun memang dari segi pembayaran atau gaji akan lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasa. Penerapan budaya kerja yang berlebihan ini bukan hanya berdampak pada kondisi fisik karyawan melainkan dikhawtirkan bisa mengganggu kondisi psikisnya. Seorang karyawan bukan hanya perlu mengistirahatkan tenaga atau badannya melainkan juga pikirannya.

Ketika hal ini terus dipaksakan, membuat karyawan tersebut akan merasa lelah. Maka dari itu, budaya kerja yang berlebihan seperti ini harus dihindari.

2. Tidak ada waktu libur

Seseorang yang bekerja di perusahaan maupun juga di instansi pasti memiliki hari libur. Ada yang liburnya sekali seminggu, namun ada juga yang dua kali dalam seminggu. Akan tetapi, bagaimana jika ternyata perusahaan tersebut malah mengambil jatah libur? Mungkin di awal karyawan tersebut tidak merasakan dampaknya dan memang perusahaan akan tetap memberi gaji yang lebih sesuai dengan tugasnya.

Akan tetapi, ketika waktu libur yang seharusnya dibuat untuk santai malah digunakan untuk bekerja, di situlah awal mulah munculnya masalah. Bayangkan saja setiap hari harus bekerja dan tanpa ada waktu libur. Waktu yang Anda miliki hanya untuk tidur dan kemudian keesokan harinya Anda harus kembali kerja. Tentu kondisi ini akan membuat Anda terkadang frustasi dan tertekan.

3. Tidak ada waktu berinteraksi dengan keluarga

Bahaya budaya kerja yang berlebihan juga bisa berdampak pada kurangnya interaksi kepada anggota keluarga. Bukan hanya anggota keluarga melainkan kepada teman maupun tetangga Anda pun terkadang juga minim. Mengapa? Karena waktu Anda hanya dipergukan untuk bekerja, sementara ketika Anda berada di rumah, waktu Anda digunakan untuk tidur.

Ini merupakan kondisi yang tidak baik karena mau bagaimana pun Anda memerlukan dan butuh berinteraksi dengan orang lain. Maka dari itu, budaya kerja yang seperti ini benar-benar harus dihindari.

,
Post Date: Wednesday 06th, November 2019 / 02:34 Oleh :
Kategori : HAM