3 Hal Bagaimana Perang Yang Dibolehkan Dalam Islam

Perang merupakan sebuah peristiwa yang amat mengerikan. Sebab dalam perang selalu meninggalkan bekas yang menyakitkan seperti hilangnya banyak nyawa dan juga kehancuran yang tak terhindarkan sebagaimana penyebab perang khandaq . Inilah mengapa perang menjadi tragedi kemanusiaan yang paling dihindari. Belajar dari sejaran dan betapa ganasnya perang dunia 1 dan 2 membuat dunia sadar bahwa untuk kembali bangkit dari peperangan membutuhkan sebuah proses yang lama sebagaimana proses perang dunia 1 . Karena itulah maka saat ini setiap negara di dunia berusaha mewujudkan perdamaian demi mewujudkan dunia yang anti perang .

Perang juga dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak hidup seseorang. Pada faktanya banyak korban jiwa yang jatuh dari golongan rakyat sipil, tentu saja hal ini amat disayangkan terutama dalam penyebab perang asia timur raya . Terlebih lagi tidak ada satu agamapun yan mengajarkan tindakan kekerasan sebagaimana yang banyak dilakukan dalam peperangan. Sebagaimana Islam merupakan salah satu agama yang mengutamakan jalan perdamaian. Tentunya peperangan merupakan sesuatu yang sangat tidak dianjurkan namun bukan berarti di larang.

Sejarah agama islam menunjukkan  bahwa kaum muslimin terlibat beberapa peperangan seperti juga penyebab terpecahnya  korea  menjadi dua negara . Setidaknya tercatat telah terjadi 5 perang besar yang melibatkan kaum muslimin yakni perang badar, perang Uhud, perang Mut’ah, perang Khandaq dan perang Tabuk. Tentu saja peristiwa perang diatas termasuk kedalam perang besar yang pernah dihadapi oleh kaum muslimin. Dalam hal ini tentu terdapat penyebab mengapa sampai agama yang sangat mengedepankan perdamaian kemudian memutuskan untuk berperang seperti dampak perang korea bagia indonesia . 2 hal berikut akan menjawab Bagaimana Perang Yang Dibolehkan Dalam Islam.

1. Perang Karena Mempertahankan Diri Karena Diperangi

Islam tentunya lebih mengutamakan nilai perdamaian diatas segalanya. Namun, jika suatu saat memang harus terjadi peperangan, maka perang yang diperbolehkan dalam islam adalah ketika kita dalam pihak yang diserang terlebih dahulu. Dalam kondisi ini maka tentunya perang merupakan jalan satu-satunya untuk mempertahankan diri. Hal tersebut juga tertuang jelas dalam firman Allah SWT berikut ini :

Jika mereka memerangi kamu (terlebih dahulu) maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir” (Q.S. 2:191)

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tapi jangan melampaui batas. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan bunuhlah mereka dimana kamu temui mereka, dan usirlah mereka darimana (dahulu) mereka telah mengusir kamu (Q.S. 2:190-191). [AdSense-B]

Dalam kondisi ini, islam memperbolehkan perang terjadi. Sebab pihak yang tertindas tentu harus berupaya melepaskan diri dari penindasan yang diterimanya. Kondisi perang tentu mengharuskan kedua belah pihak untuk saling membunuh. Meskipun dalam semua ajaran sangat mengutuk tindakan pembunuhan ini. Tentunya tindakan ini merupakan tindakan yang tidak manusiawi.

Islam mengatur hal yang memperbolehkan perang dalam situasi dan kondisi tertentu. Meskipun dalam kondisi terdesak, islam masih memegang aturab teguh yakni berpegang teguh pada akhalaq. Walaupun memperbolehkan perang dalam kondisi ini tidak diperbolehkan untuk menyerang anak-anak, orang tua dan wanita sebagaimana dalam keajaiban perang afghanistan . Hal yang sebaliknya justru terjadi pada saat ini. Dimana wanita, orang tua dan anak-anak menjadi korban yang paling empuk untuk di serang.

Saat ini, beberapa negara bahkan dengan mudah untuk melancarkan perang terhadap negara lain. Tentunya hal ini bertentangan dengan nilai islam yang mengitamakan dan mengedepankan nilai prrdamaian. Terlebih lagi, yang perku diingat bahwa bagaimana perang yang diperbolehkan dalam islam adalah perang yang beradab. Bukan perang bar-bar yang bisa menyerang semua pihak degan membabi buta. Sehingga audah jelas bahwa  islam mekperbolehkan perang apabila kita menjadi pihak yang terdesak, diserang lebih dahulu dan membutuhkan perlawanan untuk bisa keluar dari tindak kesemena-menaan.

Selain itu, islam juga memperbolehkan perang terjadi ketika suatu kelompok mengusir pihak lain yang sudah tinggal di wilayah tersebut. Tentunya pihak yang terusir membutuhkan perlawanan untuk bisa merebut  kembali wilayah mereka. Hal ini juga sempat dialami oleh kaum muslimin. Dengan demikian maka, kita diperbolehkan untuk berperang demi mendapatkan kembali wilayah milik kita.

2. Melawan Tirani yang Melakukan Penindasan 

Bagaimana perang yang diperbolahkan dalam islam adalah saat melakukan perlawanan terhadap tirani atau penindasan yang dilakukan oleh pemimpin. Tirani sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut pemerintahan yang dilakukan dengan cara sewenang-wenang dalam latar belakang perang teluk 1 . Para pemimpin yanh memiliki kuasa menjadikannya sebagai bentuk pemerintahan yang ditujukan untuk menindas rakyat. Hal ini tidak banyak terjadi pada era sekarang, namun tidak dipungkiri jika pemerintahan yang tiran juga kerap ditemukan dan dilakukan pemerintah.

Dalam hal ini, islam memperbolehkan peperangan dilakukan. Sebab, pemimpin tirani akan membawa kesengsaraan bagi rakyatnya dalam tokoh perang korea . Tidak hanya itu, mereka juga akan melakukan tindakan yang bisa membuat jalannya pemerintahan mereka menjadi mulus. Oleh sebab itu, hal ini harus dihentikan. Karena jika dibiarkan begitu saja tentunya kesewenang-wenangnya akan terus berlanjut dan penderitaan akan semakin bertambah terutama dirasakan oleh rakyat. [AdSense-C]

Dalam kondisi yang seperti ini, islam memperbolehkan untuk kemudian melakukan perang sebagaimana konflik korea utara dan selatan . Perang ini memiliki tujuan tidak lain adalah untuk menggulingkan pemerintahan tirani. Tujuan ini harus benar-benar murni tanpa adanya campur tangan pihak atau kepentingan lain. Sebab jika sampai mendapati hal ini maka tentu saja tidak sesuai dengan esensi dalam perang yang diperbolehkan oleh islam. Perang benar benar bertujuan untuk melepasakan penderitaan rakyat dari pemerintahan yang tirani.

3. Perang yang Dilakukan dengan Menusiawi

Dalam poin ini perlu digarisbawahi bahwa bagaimana perang yang diperbolehkam dalam islam adalah perang yang manusiawi, tidak berlebihan. Misalnya saja tindakan memutilasi musuh, membunuh musuh dengan membabi buta, tidak menyiksa musuh dengan berlebihan, tidak menyerang anak-anak, orang tua dan wanita serta juga tidak menyerang para pemuka agama lain. Meskipun dalam kondisi atau keadaan berperang, islam tetap menanamkan nilai kemanusiaan. Dimana tidak meluapkan amarah dengan membabi buta dan tetap bersikap adil kepada para tawanan.

Melihat bagaimana perang uang diperbolehkan dalam islam, jika kita menelaah dan menjadikannya dasar serta pedoman. Maka tentu hasil akhirnya tidak akan sekacau peristiwa perang yang sama sekali tidak menjunjung nilai kemanusiaan. Sebab islam secara tegas menyatakan bahwa dalam kondisi apapun perdamaian merupakan hal yang paling utama dikedepankan. Jika dalam kondiai yang sangat mendesak dan bahkan bisa membahayakan nyawa maka boleh jadi pilihan terakhir yang ditempuh adalah dengan berperang. Tentunya jika masih ada pilihan lain yang bisa diusahan maka pilihan perang akan selalu dikesampingkan.

Itulah tadi, 3 hal Bagaimana Perang Yang Dibolehkan Dalam Islam. Tentunya akan menjadi sebuaj pedoman dan jalan untuk bisa menjadikan dunia lebih aman dan damai . Jika saja nilai islam ditanamankan dan dijadikam dasar landasan pemikiran bagi setiap orang. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.