Apa Maksud Hukuman Seumur Hidup Dan Penerapannya di Indonesia

https://hukamnas.com/pelanggaran-hukum-administrasi-negaraApa Maksud Hukuman Seumur Hidup ? banyak menjadi pertanyaan terutama bagi orang yang awam mengenai pengertian hukuman seumur hidup ini. Secara umum definisi  hukuman seumur hidup adalah bentuk hukuman penjara untuk suatu kejahatan serius. Sebelumnya, lama hukuman seorang tahanan terbagi menjadi 2 yaitu nominal masa hukuman dan seumur hidup. Sebagaimana mengacu pada artinya, nominal masa hukuman mempunyai rentang dan batas waktu dan penerapannya berbeda di setiap yurisdiksi (di indonesia contohnya, maksimal nominal masa hukuman adalah 20 tahun).

Banyak persepsi yang salah tentang hukuman pidana seumur hidup. Paling tidak ada dua versi mengenai  hal ini. Versi pertama, pidana seumur hidup itu pidana yang dijatuhkan hakim di mana lama pidananya bergantung pada usia terpidana. Misalkan seorang terdakwa bernama A yang melakukan tindak kejahatan pembunuhan dijatuhi hukuman pidana seumur hidup sebagimana dalam pelanggaran hukum administrasi negara .

Pada saat dijatuhi pidana itu A berumur 25 tahun.  Maka hukuman yang diterimanya sama saat itu adalah 25 tahun.  Jadi bila tidak ada pengurangan hukuman, si A akan bebas pada usia 50 tahun. Namun ada pula versi dua yang menafsirkan bahwa hukuman pidana seumur hidup, berati sampai si A ini meninggal.  Tidak peduli ia meninggal di usia 30 tahun atau 70 tahun.  Pastinya ia meninggal di dalam penjara sebagimana dalam kasus contoh pelanggaran ham di lingkungan keluarga .

Sedangkan untuk pidana seumur hidup, rentang dan nominal waktu tidak diberlakukan sama sekali, dengan kata lain terpidana akan dipenjara selama sisa masa hidup nya(sampai meninggal). Merujuk pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terjemahan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN). Pidana penjara seumur hidup adalah satu dari dua variasi hukuman penjara yang diatur dalam pasal 12 ayat (1) KUHP. Selengkapnya, pasal 12 ayat (1) KUHP berbunyi, pidana penjara ialah seumur hidup atau selama waktu tertentu. Dalam pasal 12 ayat (4) KUHP dinyatakan, pidana penjara selama waktu tertentu sekali-kali tidak boleh melebihi dua puluh tahun.

Dari bunyi pasal 12 ayat (1) KUHP tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pidana penjara seumur hidup adalah penjara selama terpidana masih hidup hingga meninggal. Ketentuan tersebut sekaligus menolak pendapat bahwa hukuman penjara seumur hidup diartikan hukuman penjara yang dijalani adalah selama usia terpidana pada saat vonis dijatuhkan sebgaiman juga contoh pelanggaran ham di lingkungan bangsa dn negara .

[AdSense-B]

nah, tentunya apa yang dimaksud dengan hukuman seumur hidup Apabila pidana penjara seumur hidup diartikan hukuman penjara yang dijalani adalah selama usia terpidana pada saat vonis dijatuhkan, maka yang demikian menjadi pidana penjara selama waktu tertentu. Contohnya, jika seseorang dipidana penjara seumur hidup ketika dia berusia 21 tahun, maka yang bersangkutan hanya akan menjalani hukuman penjara selama 21 tahun. Hal itu tentu melanggar ketentuan pasal 12 ayat (4) KUHP, di mana lamanya hukuman yang dijalani oleh terpidana – yaitu 21 tahun – melebihi batasan maksimal 20 tahun.

Berikut contoh lainnya. Apabila terpidana divonis penjara seumur hidup, pada saat ia berumur 18 tahun. Dengan pendapat tadi, berarti terpidana tersebut hanya akan menjalani hukuman penjaranya selama 18 tahun. Hal ini tentu menimbulkan kerancuan yaitu mengapa hakim tidak langsung saja menghukum terpidana 18 tahun penjara, padahal hal itu masih diperbolehkan dalam KUHP?. seperti dalam contoh pelanggaran demokrasi .

Jadi dari hal ini jelas, bahwa untuk putusan pidana penjara maksimal yang bisa dijatuhkan adalah 20 tahun.  Sedangkan jika hakim akan memutuskan penjara lebih dari 20 tahun, satu-satunya pilihan yang tersedia adalah penjara seumur hidup. Berbeda dengan pengadilan di Amerika mereka bisa menjatuhkan hukuman lebih dari 20 tahun.  Banyak putusan pengadilan di negeri Pam Sam ini menjatuhkan vonis pidana penjara 100 tahun, 200 tahun, bahkan lebih.

Seperti baru-baru ini,  seorang gembong sindikat penyelundupan manusia asal Colorado, Amerika Serikat mendapat vonis hukuman penjara 472 tahun.   Ini merupakan hukuman penjara terlama untuk kasus penyelundupan manusia dalam sejarah Amerika Serikat. Brock Franklin divonis penjara 472 tahun oleh pengadilan Colorado karena menjalankan sindikat prostitusi yang memangsa anak-anak perempuan dan wanita muda. Pria berumur 31 tahun itu telah dinyatakan bersalah atas 30 dakwaan termasuk penyelundupan manusia, eksploitasi seksual anak, prostitusi anak dan penculikan.

Mengapa tidak menjatuhkan penjara seumur hidup saja?  Karena di sana hakim dibebaskan  untuk menetapkan lebih dari 20 tahun.  Rasanya lebih puas bila menjatuhkan pidana 100 tahun karena hampir-hampir mustahil seorang terdakwa bisa hidup selama itu. Dalam Undang-Undang Amerika Serikat, penjara seumur hidup disebut juga “Life imprisonment” yang artinya “sentence of imprisonment for a crime under which convicted persons are to remain in prison for the rest of their lives or until paroled.” (hukuman bagi seseorang supaya dia berada di dalam penjara selama sisa umurnya atau sampai dia diampuni).

Lalu apakah bisa seorang terpidana dijatuhi hukuman pidana penjara lebih dari 20 tahun tetapi bukan hukuman pidana seumur hidup?  Bisa saja, bila ia melakukan beberapa kejahatan sekaligus dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun ditambah  hukuman penjara seperti penjara terberat (20 tahun) jadi total menjadi 20 tahun ditambah 6 tahun dan 8 bulan.

[AdSense-C]

Total masa tahanan yang harus dijalani 26 tahum 8 bulan.  Demikian pula bila hukuman pidana penjaranya paling tinggi adalah 18 tahun, mak lama hukuman penjara tambahannya adalah sepertiganya atau 6 tahun.  Dengan catatan, semua tuntutan atas beberapa kejahatannya itu diproses dalam satu berkas dakwaan (tidak terpisah).

Jadi, pada dasarnya menurut logika dari pemikiran yang terdapat dalam pasal 12 ayat 1 KUHP tersebut yang dimaksud dengan hukuman pidana penjara seumur hidup berarti penjara sepanjang si terpidana masih hidup, dan hukumannya baru akan berakhir setelah kematiannya sebagaimana pada contoh pelanggaran ham ringan .

Namun dalam penerapannya ataupun implementasi dari hukuman penjara seumur hidup tersebut seorang narapidana sewaktu-waktu bisa saja mendapatkan amnesti karena adanya hukum yang bersifat politik yang berakibat luas terhadap negara. Contohnya adanya pemogokan dari kaum buruh. Sehingga pemerintah harus memberikan amnesti atau peniadaan hukum demi klangsungan hidup orang banyak, sehingga seorang terpidana tersebut mendapatkan kesempatan untuk dapat hidup bebas atau lepas dari masa hukumannya.

Tentunya pada penerapannya hukuman seumur hidup menjadi salah satu upaya penegakan hukum. Pada dasarnya hukuman seumur hidup biasanya dijatuhkan kepada narapidana dengan kasus yang berat. Oleh sebab itu maka tentu dalam upaya penegakannya maka penerapan hukuman seumur hidup menjadi pilihan bagi aparat untuk dapat memebrikan hukuman yang dapat menimbulkan efek jera kepada para narapidana dengan kasus kasus yang relatif masuk kepada kasus pelanggaran berat sehingga contoh pelanggaran hak cipta film bukan termasuk didalamnya .

Nah, itulah tadi Apa Maksud Hukuman Seumur Hidup dan penerapannya di Indonesia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.