Sponsors Link

Apa Itu Politik Pintu Terbuka Serta Dampaknya

Sponsors Link

Apa Itu Politik Pintu Terbuka ? menjadi topic yang menarik untuk dibahas secara mendalam. Bagi bangsa Indonesia politik pintu terbuka sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Politik ini juga memiliki nama lain yakni politik liberal, mengapa demikian. Sebab dalam politik pintu terbuka, pemerinth hanya memiliki kewenangan dalam mengawasi sistem perekonomian, sedangkan yang memegang kekuasaan untukj menjalankan perekonomian adalah pihak swasta sebagimana  contoh pelanggaran norma sosial .

ads

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Politik pintu terbuka adalah pelaksanaan politik colonial liberal di Indonesia, dimana golongan liberal Belanda berpendapat bahwa kegiatan ekonomi Indonesia harus ditangani oleh pihak swasta, sementara pemerintah cukup berperan mengawasi saja. Sejarah mencatat bahw politik pintu terbuka lahir ketika Adanya traktat Sumatera pada tahun 1871 yang memberikan kebebasan bagi Belanda untuk meluaskan wilayahnya ke Aceh.

Sebagai imbalannya Inggris meminta Belanda menerapkan system ekonomi Liberal di Indonesia agar pengusaha Inggris dapat menanamkan modalnya di Indonesia. Dari sinilah kemudian politik pintu terbuka mulai diterapkan oleh Belanda di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, politik pintu terbuka dilakuikan dengan cara membuka perusahaan di pulai jawa. Pihak swasta diberikan kebebasan secara luas dan dijamin keamanannya  untuk dapat membuka perusahaannya sebagaimana contoh pelanggaran nilai nilai Pancasila.

Namun, Pemerintah kolonial hanya memberi kebebasan para pengusaha untuk menyewa tanah, bukan untuk membelinya. Hal ini dimaksudkan agar tanah penduduk tidak jatuh ketangan asing. Tanah sewaan itu dimaksudkan untuk memproduksi tanaman dapat di ekspor ke Eropa. Hal ini diatur dalam undang undang agraria tahun 1870 yang tujuan awalnya adalah untukm memperbaiki taraf hidup masyarakat Indonesia. Adapun UU tersebut berbunyi

  • Rakyat pribumi diberikan kekuasan untuk dapat menyewakan lahan atau tanahny kepada para pengusaha swasta, serta
  • Para pengusha swasta dapat menyewa lahan selama 75 tahun lamanya.

Jika dipandang dari segi ekonomi, tentu saja pelaksanaan politik pintu terbuka pada saat itu memberikan dmpak, baik bagi pemerintah Indonesia ataupun juga pemeribtah belanda. Sebab dalam pelaksananya keduan Negara inilah yang terlibat langsung didalam penyelenggaran politik pintu terbuka seperti penyebab pelanggaran lalu lintas.

Dari berbagai dampak yang ditimbulkan yang dilansir dari berbagai sumber sebagimana juga  jenis jenis cyber crime, dapat ditarik kesimpulan bahwa adapun dampak Bagi pemerintah Belanda yang ditimbulkan antara lain adalah

  • Keuntungan yang melimpah bagi pihak Beland

Pelaksanaan politik pintu terbuka memberikan dampak yang sangat menguntungkn terutama bagi pemeribtah belansa. Sebab mereka mampu memperoleh keuntungan yang besar dari hasil perkebunan Indonesia, Hal inilah yang kemudian membuat Belnda menjdi salah stu Negara yang memberikan poengaruh bagi perekonomian global. Selain itu juga hal ini menjadikan belanda menjadi pusat perdagangan. Hal ini tidak lain adalah karena Indonesia sebagai Negara jajahan memberikan keuntungan yang begitu besar bagi Belanda

  • Hasil perkebunan dan Tambang langsu di oper ke Negara Belanda

Dampak lain yang diterima oleh Belanda adalah bahwa semua hasil baik perkebunan dan pertambangan yang dihasilkan oleh pemerintah Indonesia secara langsung akan dioper atau dikirim ke Negara Belanda. Sehingga tentunya hal ini sangat memberikan keuntungan tersendiri bagi Belnda seperti pada perilaku yang mendukung tegaknya nilai nilai demokrasi..

Sebaliknya jika belanda secara nyata memperolah dampak yang amat mebnguntungkan dari pelaksanan politik pintu terbuka, Indonesia malah memperoleh dampak yang merugikan, diantranya adalah sebagai berikut :

  • Penderitaan bagi rakyat

Politik pintu terbuka yang diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan rakyat, justru membuat rakyat semakin menderita. Rakyat terpaksa menyewakan lahnnya kepada pihak swasta dengan harga murah sebab jika tidak, maka mereka tidak akan memiliki pemasukan sebagaimana  sistem hukum Indonesia saat ini.

  • Sumber daya alam Indonesia di eksploitasi

Rakyat semakin menderita dan sengsara karena eksploitasi terhadap sumber pertanian dan tenaga manusia semakin hebat. Hampir rata rata perusahaan swasta membuka perkebunan dan industry dalam skala besar sehingga hasil bumi juga di dapatkan dalam jumlah besar. Hasil inilah yang kemudian dioper ke Belanda sehingga Indonesia tidak merasakan manfaat apapun. Malah yang terjadi semua kekayaan dan hasil perkebunan di ambil sebanyak banyaknya dan dijual keluar demi keuntungan yang didapatkan belanda.

  • Mauknya barang impor

Rakyat mengenal sistem upah dengan uang, juga mengenal barang-barang ekspor dan impor. Dampak masuknya barang impor membuat barang local terutama hasil kerajinan tangan kalah bersaing. Hal ini tentu membuat kerugian bagi para pengrajin yang mandandalkan pendapatannya dari sektor ini.

  • Matinya Industri Kerakyatan

Industri/usaha pribumi mati karena pekerjanya pindah bekerja ke perkebunan dan pabrik-pabrik. Banyak yang kemudian tertarik untuk bekerja pada sektor inddustri dan perusahaan swasta ketimbang mengolah lahan mereka sendiri,. Tentu saja hal ini yang kemudian membuat perekonomian kecil mati dan tidak mengakami perkembangan.

Itukah tadi, mengenai Apa Itu Politik Pintu Terbuka serta dampaknya. Semoga artikrl ini dapat bermanfaat.

 

, , ,
Post Date: Saturday 05th, January 2019 / 05:32 Oleh :
Kategori : Politik