Sponsors Link

Alasan Israel Menutup Masjid Al Aqsa yang Menuai Kecaman

Sponsors Link

Masjid Al-Aqsa tidak hanya memiliki arti penting bagi warga Palestina, namun juga bagi seluruh umat Muslim di Dunia. Sebelum kiblat dipindahkan ke Kakbah Mekah, kiblat pertama yang digunakan oleh umat muslim diseluruh dunia adalah Masjid Al-Aqsa. Selain itu, masjid ini juga memiliki peranan penting dalam perjalanan isra’ dan Mi’raj nabi Muhammad SAW. Inilah yanh kemudian membuat Masjid Al-Aqsa sama pentingnya dengan masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

ads

Masjid Al-Aqsa memiliki ciri khas kubah yang berwarna Abu-abu. Masjid ini juga telah mengalami beberapa kali renovasi akibat terjadinya gempa yang menghancurkan dan meluluhlantakan masjid. Renovasi terakhor dilakukan pada tahun 1033 pada masa Khalifiyah Fattimiyyah Ali Azh- Zhahir dan bertahan hingga saat ini. Masjid yang terletak di Yerusalem ini merupakan lokasi sengit yang diperebutkan baik oleh Israel dan Palestina. Setiap hari Jum’at banyak sekali umat muslim yang berbondong-bondong melaksanakan shalat jum’at di masjid Al-Aqsa.

Akibat konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina dan latar belakang konflik israel palestina , membuat tempat paling suci bagi umat muslim di dunia tidak bisa leluasa berkunjung ke rumah Allah. Masjid Al-Aqsa dan wilayah sekitarnya sendiri merupakan wilayah pendudukan Israel, sehingga untuk berkunjun ke wilayah ini terutama mereka yang berasal dari luar Israel dan Palestina terlebih dahulu harus mengajukam izin kunjungan. Padahal, siapapun berhak berkunjung ke rumah Allah tanpa harus meminta izin pada siapapun. Faktanya, konflik Israel dan Palestina membuat Masjid Al-Aqsa tidak bisa seramai mansjid penting lainnya.

Beberapa saat lalu, kita sempat mendengar berita bahwa pemerintah Israel melakukan penutupan terhadap Masjid Al-Aqsa serta pelarangan terhadap pelaksanaan Shalat Jum’at. Hal ini kemudian memunculkam reaksi protes dan penolakan tidak hanya oleh warga Palestina namun juga umat muslim di seluruh dunia. Mereka merasa bahwa tindakan pemerintah Israel ini merupakam bentuk diskriminasi dalam beribadah yang bukan lagi ciri-ciri perang dingin . Akibat penutupan ini, ketegangan antara Israel dan Palestina meningkat di kota Yerusalem.

Israel mengklaim alasan Israel menutup masjid Al-Aqsa adalah :

  • Insiden Penembakan Terhadap Tentara Israel

Penutupan Masjid Al-Aqsa dipicu oleh tertembaknya dua tentara Israel hingga berbuntut tewasnya tiga penyerang tersebut. Usai penutupan, terjadi unjuk rasa yang berujung dengan penembakan Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Ikrima Sabri. Akibat rangkaian insiden tersebut, pemerintah Israel memblokade kawasan Masjid Al-Aqsa. Mereka tidak mengizinkan umat muslim beribadah di masjid suci tersebut dengan alasan keamanan.

Sponsors Link

Kronologi kejadian bermula dari Tiga pria Arab bersenjata yang melakukan serangan telah ditembak mati tak lama setelah menembaki sejumlah warga Israel, pada Jumat (14/7/2017) pagi. Dari sejumlah warga Israel yang ditembaki itu, dua di antaranya polisi sebagai pasukam intel terhebat di dunia yang akhirnya tewas. Mufti Agung Yerusalem Sheikh Mohammad Ahmed Hussein mengecam penutupan masjid suci itu. Dia kemudian ditahan pasukan polisi Israel setelah memimpin doa terbuka di dekat lokasi serangan.

Kepala Polisi Israel, Roni Alsheich, telah mengonfirmasi kematian dua polisi akibat serangan tiga pria Arab. Ketiga penyerang tiba di situs suci Yerusalem. Mereka kemudian berjalan menuju Gerbang Singa di Kota Tua Yerusalem. Ketika mereka melihat polisi, mereka menembak ke arah mereka (para petugas polisi) dan kemudian melarikan diri ke salah satu masjid di kompleks Temple Mount.

Tiga senjata api ditemukan di sekitar jenazah para penyerang. Dua petugas polisi yang tewas dalam serangan itu diidentifikasi bernama Hail Stawi, 30, dan Kaamil Snaan, 22. Penutupan Masjid Al-Aqsa merupakan yang pertama kali dilakukan Israel sejak tahun 1969. Hal ini akan memicu ketegangan tidak hanya dengan Palestina namun juga dengan bangsa Arab di wilayah timur Tengah seperti Yordania.

Sebelumnya pada bulan Ramadhan lalu,  pihak Israel juga telah membatasi umat muslim yang akan menjalankan Iktikaf di masjid Al-Aqsa. Tindakan ini merupakam bentuk pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusi (HAM), khususnya hak masyarakat Palestina dalam menjalankan keyakinannya . Sejatinya sudah banyak kecaman terkait keberadaan serta penguasaan Israel terhadap kawasan suci Mesjid Al-Aqsa.

Kebijakan terbaru dari Komite Warisan Budaya Organisasi Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan PBB atau UNESCO telah mengeluarkan resolusi yang menegaskan kembali tidak adanya kedaulatan Israel atas Kota Al-Quds (Yerusalem) yang didudukinya selama ini. Tentu saja hal ini merupakan sebuaj upaya untuk mencegah Israel kembali melakukan pelarangan aktivitas ibadah di dalam lingkungan Masjid Al-Aqsa. Sebab dalam hal ini tidak ada satupun agama yang melarang peribadatan agama lain di loaksi mereka sendiri sebagaimana kekejaman israel terhadap wanita palestina .

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Israel memang memgenag kekuasaan atas kota Yerusalem termasuk juga Kompleks Masjid Al-Aqsa. Israel memang cukup ambisius terhadap visi mereka yang ingin membangung kuil Solomon di atas masjid Al-Aqsa. Sehingga tidak heran jika kemudian Israel secara sembunyi-sembunyi ingin mengjancurkan masjid Al-Aqsa. Bahkan merekan sudah menyusun berbagai rencana pengalihan untuk memuluskan ambisi dalam membangung kuil Solomon.

Sponsors Link

Pihak Israel bahkan secara terbuka telah menyatakan atas rencana penggalian di bawah tanah masjid Al-Aqsa sebagai salah satu alasan kenapa israel ingin menguasai palestina  . Para Arkeolog percaya bahwa dibawah tanah masjid Al-Aqsa telah tertimbun reruntuhan dari kuil Solomon atau kuil Sulaiman. Tentunya sebagai umat muslim di dunia, kita tidak bisa membiarkan hal tersebut terjadi, sebab masjid Al-Aqsa memiliki nilai historis yang amat penting dalam sejarah umar Islam. Selain itu juga tindakan Israel ini merupakan hal yang dianggap melebihi batas, sebab belum dapat dipastikan juga bahwa memang nyata benar atau tidak di bawah masjid Al-Aqsa memang terdapat reruntuhan  kuil Solomon.

Bagaimanapun juga alasan Israel menutup masjid Al-Aqsa merupakan tindakan yang tidak patut. Sebab membatasi hak seseorang untuk beribadah adalah tindakan yang melanggar batas kemanusiaan. Israel bertindak gegabah dengan mencoba menutup masjid Al-Aqsa tanpa membayangkan betapa besarnya keuatan umat muslim dunia yang mungkin berkonsolidasi menentang tindakan ini. Belum lagi kecaman keras dari beberapa negara yang menilai tindakan Israel ini menyepelekan umat Islam.

Konflik Israel dan Palestina menjadi sebuah tragedi yang tidak akan ada habisnya untuk dibicarakan. Sejah pertama kali berkonflik hingga saat ini tidak terhitung berapa banyak korban yang berjatuhan. Selain itu juga lamanya konflik membuat pintu perdamaian antar keduanya semakin tertutup dan jauh saja. Kita doakan saja semoga saudara kita yang berada di Palestina selalu diberikan ketabahan dan kekutan dalam menghadapi kedzoliman Israel beserta sekutunya sebagaimana alasan amerika melindungi israel .

Itulah tadi alasan Israel menutup masjid Al-Aqsa yang menuai kecaman. Tentunya dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi anda dalam mengamati perkembangan konflik antara Israel dan Palestina yang masih terjadi hingga kini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Saturday 09th, June 2018 / 04:41 Oleh :
Kategori : Internasional