Sponsors Link

6 Alasan Indonesia Masuk Kembali Ke PBB Pada 1966

Sponsors Link

Pada sekitar tahun 1964, Indonesai dan organisasi perdamaian dunia yaitu PBB sempat mengalami ketegangan karena terdapat peritiwa keluarnya Indonesia dari organisasi tersebut. Ada hal yang sebenarnya menjadi penyebab dari keluarnya Indonesia dari organisasi tersebut yang berhasil kamu rangkum dalam kenapa Indonesia keluar dari PBB. Selain dari masuknya Malaysia yang merupakan negara bentukan atau negara boneka dari Inggris, ada penyebab lain yaitu adanya perbedaan ideologi antara paham kapitalis dengan demokrasi di Indonesia.

ads

Kejenjangan tersebut menyebabkan Indonesai tidak suka kepada PBB, karena dianggap tidak adil dan diskriminatif terhadap negara yang lainnya, termasuk pada negara yang tidak disukai oleh Amerika dan Sekutunya. Karena adanya perbedaan pemahaman, karena Indonesia yang berjuang mati-matian untuk membangun bangsa dan memerdekakan negaranya sendiri berdasarkan adanya kelebihan Demokrasi Pancasila dan pangaplikasian contoh Demokrasi Pancasila yang tentunya berbeda dengan paham liberal yang mempengaruhi organisasi tersebut, maka pada akhirnya Indonesia memutuskan untuk keluar dari organisasi tesebut setelah melakukan beberapa pertimbangan yang layak.

Perbedaan yang signifikan tadi itulah seperti adanya penerapan prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila dan juga setelah adanya pelaksanaan Demokrasi Terpimpin, Indonesia membulatkan tekadnya untuk keluar dari PBB untuk sementara waktu. Namun dengan adanya kelemahan Sistem Parlementer, maka Indonesia juga tentunya membutuhkan bantuan negara lain untuk membangun negaranya. Namun tidak hanya itu saja, ada penyebab lainnya yang menyebabkan Indonesia sempat berpikir kembali untuk bisa masuk ke dalam PBB lagi. Pada akhirnya, kurang lebih setahun kemudian Indonesia masuk kembali pada organisasi tersebut. Namun apakah yang sebenarnya melandasi hal tersebut? Apa alasan Indonesia masuk kembali ke PBB? Jawabannya dapat anda temukan dalam beberapa penjelasan di bawah ini :

1. Adanya normalisasi hubungan dengan Malaysia

Sebelum melalui perkembangan Orde Baru hubungan antara Indonesia dan Malaysia belum sebagus sekarang ini. Masuknya Malaysia sebagai anggota sementara pada PBB dianggap tidak masuk akal, dan dari situlah ada prasangka-prasangka buruk mengenai negara tersebut yang disampaikan oleh bangsa kita sendiri, padahal itu belum tentu adanya. Jadi Malaysia di sini juga belu mengetahui betul apa masalah yang dimilikinya dengan Indonesia.

Namun hubungan tersebut bisa diperbaiki pada saat era kepemimpinan Soeharto dengan adanya kerja sama dan usaha untuk membangun hubungan diplomatik yang baik antara Indonesia dengan negara tetangganya, Malaysia. Dan dari sanalah, akhirnya pemerintah Indonesia berusaha untuk melupaka sejarah yang terjadi dan memulai lembar baru dengan Malaysia sebagai saudara satu rumpun. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita lanjutkan perjuangan tersrbut dengan rasa saling menghormati satu sama lain, ukan menghujat dan berujar kebencian. Karena apabila bangsa Indonesia melakukan hal tersebut, maka tidak ada bedanya dengan kehancuran pada saat era kolonial.

2. Melanjutkan kerja sama dengan PBB

Indonesia sempat dipilih sebagai negara mediator yang berusaha untuk melerai pihak-pihak yang bermasalah di negara lain, terlebih lagi pada negara Islam atau negara sekitar Asia Tenggara. Dengan keluarnya Indonesia, sebiah negara dengan toleransi yang tinggi dari PBB, maka tidak ada lagi negara yang bisa dijadikan contoh, dan dimintai pertolongan apabila terdapat kasus serupa yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Namun, setelah beberapa waktu berpisah dengan PBB, Indonesia sempat tergerak untuk masukkemali ke dalam PBB untuk bisa menyelesaikan pertikaian-pertikaian yang diakibatkan oleh penyebab konflik antar suku, penyebab konflik antar ras, dan penyebab konflik antar agama seperti pada adanya invasi Amerika Serikat ke Afghanistan. Jadi pada akhirnya Indonesia memastikan bahwa akan masuk ke dalam PBB, untuk bisa melanjutkan kerja sama yang baik antara Indonesia dengan PBB.

3. Berpatisipasi pada sidang ke 21

Tentunya pada kala itu ada negara-negara yang masih berselisih. Contoh saja seperti pada penyebab Palestina diserang dan penyebab perang Israel dan Palestina yang selalu dibahas pada sidang PBB. Sidang PBB sendiri diisi oleh perwakilan-perwakilan dari negara-negara anggota dari organisasi itu sendiri. Dan setelah keluar tadi Indonesia tentunya tidak memiliki wakil untuk bersuara pada sidang tersebut atau memberikan masukan-masukan yang perlu.

Sponsors Link

Karena adanya keinginan untuk turut serta menjaga perdamaian dunia, Indonesia sekali lagi menginginkan untuk kembali masuk ke organisasi tersebut untuk turut serta mengikuti sidang ke 21 yang diselenggarakan oleh PBB. Dengan hal itu Indonesia bisa berharap bahwa akan ikut membantu memecahkan permasalahan yang ada dengan jalan yang sebaik mungkin dan bukan denga jalan kekerasan yang hanya merugikan rakyat.

4. Desakan dari bidang Pertahanan dan Keamanan

Satu hal lagi dari alasan Indonesia masuk kembali ke PBB adalah adanya desakan dari Dewab Pertahanan dan Keamanan Luar Negeri. Dengan adanya bantuan dari PBB, Indonesia dapat memperoleh perlindungan dari serangan yang mungkin saja akan dilakukan oleh bangsa lain pada waktu berikutnya.

Adanya angkatan darat terkuat di ASEAN dan  militer terkuat di Asia Tenggara sepertinya belum lengkap apabila Indonesia tidak mendapatkan dukungan diplomatik dari negara-negara yang ada pada organisasi tersebut. Hal yang ditakutkan adalah Indonesia yang nantinya bisa semakin terpojok dengan negara-negara oposisis yang memanfaatkan momen ini untuk menjajah kembali negara Indonesia dengan adanya payung dari PBB.

5. Indonesia dan PBB mempunyai banyak kesamaan

Salah satu alasan kembalinya Indonesia pada PBB ialah karena Indonesia dengan organisasi tersebut banyak memiliki kesamaan. Abdul Ghani pernah mengatakan bahwa PBB dan Indonesia sama-sama dilahirkan pada waktu perang dunia kedua, UUD dan piagam PBB juga memiliki pedoman yang sama, yaitu cita-cita kemerdekaan, perdamaian, dan juga keadilan.

Dengan adanya berbagai persamaan tersebut, antara Indonesia dan PBB ada koneksi tersendiri yang dilandaskan oleh pedoman antara keduanya,yaitu memperjuangkan cita-cita dari arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Belajar dari persamaan yang ada tersebut, akhirnya Indonesia memutuskan untuk kembali masuk ke dalam PBB setahun setelah keluar.

Sponsors Link

6. Dapat membantu Indonesia untuk bisa mencapai tujuan negara

PBB sangat berperan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang dimiliki Indonesia. Dalam langkah perjuangan Indonesia untuk benar-benar merdeka, PBB ada di dalamnya. Contohnya, pembahasan mengenai Agresi Militer Belanda I, lalu pembentukan komisi tiga negara, dan pembebasan Irian Barat dan penyampaian Pepera pada sidang umum PBB.

Dilengkapi dengan adanya persamaan tersebut, Indoneisa juga tersadar bahwa bila Indonesia dan PBB bergabung, maka hal tersebut merupakan suatu cara tersendiri untuk bisa mencapai tujuan Indonesia, yang salah satunya adalah menjadi sebuah negara.

Itulah tadi sekiranya beberapa penjelasan yang berhasil kami rangkum ke dalam enam alasan Indonesia masuk kembali ke PBB. Walaupun sebetulnya bangsa kita tentunya tidak menyukai kapitalisme yang dilakukan oleh Amerika dan negara-negara sahabatnya, namun tidak bisa dipungkiri bahwa kita tetap membutuhkan bantuan mereka dalam hidup bernegara.

PBB dulu juga membantu negara Indonesia dalam berbagai hal, termasuk yang paling penting adalah untuk membebaskan Irian Barat, yang mana sangat diapresiasi oleh bangsa Indonesia sendiri sebagai langkah awal untuk persahabatan. Jadi, lebih baik ktia bisa saling menghormati antar bangsa, dan tidak menjelekkan satu sama lain untuk bisa memicu adanya konflik lagi pada waktu berikutnya.

, ,
Post Date: Thursday 05th, April 2018 / 06:02 Oleh :
Kategori : Internasional