Sponsors Link

Fakta tentang akhir Perang Dingin atau Perang Abadi

Sponsors Link

Salah satu bentuk peperangan yang selalu diingat dalam sejarah peradaban umat manusia adalah Perang Dingin. Perang sengit yang bersifat non direct action ini adalah merupakan salah satu perang terlama di dunia, yang mana memiliki dua aktor utama, Amerika Serikat dan Uni Soviet. Mungkin sebagian dari anda sudah melihat beberapa referensi mengenai perang dingin ini pada artikel-artikel yang kami buat. Tentunya, bentuk pelaksanaan Perang Dingin berlangsung secara bertahap, yang hingga puncaknya merupakan suatu hal yang amat ditakutkan oleh seluruh masyarakat dunia, yakni ancaman perang dingin. Tentunya tidak ada seorang pun yang akan tenang saja mendengar kabar berikut. Karena bila diteliti lebih lanjut dampak negatif Perang Dingin sanat besar sekali dan juga berdampak kepada seluruh kehidupan masyarakat, maka perlu dilakukan langkah untuk bisa menampik dampak Perang Dingin ini.

ads

Meskipun strategi perang dingin sudah tercatat amat strategis yang mana sudah dilakukan oleh kedua negara besar yang bertikai, peperangan ini sudah berlangsung cukup lama yang mana juga bisa berdampak kepada hubungan kedua negara beserta sekutu-sekutunya. Akan sangat dikhawatirkan apabila negara-negara di dunia terpecah dan akhirnya memerangi satu sama lain. Meskipun pada akhirnya peperangan ini dinilai sangat mencekam, namun pada awalnya tidak ada yang mengira akan adanya ciri-ciri perang dingin. Banyak spekulasi yang seolah berkata bahwa peperangan ini merupakan perang abadi yang harus diingat sepanjang masa. Namun untung saja, ada berbagai faktor yang menandai berakhirnya Perang Dingin, yang mana akan kami jabarkan untuk anda dalam artikel dengan judul akhir perang dingin ini. Tahap-tahap berakhirnya perang dingin ini bermula pada saat adanya Non Proliferation Treaty.

1. Non Proliferation Treaty

Dalam penyelesai berbagai konflik seperti pada penyelesaian konflik Yugoslavia dan penyebab Perang Suriah, tak jarang perjanjian-perjanjian damai dibentuk. Seperti halnya dalam Perang dingin ini, ada satu peraturan yang dibuat untuk bisa menjaga kedamaian dunia, yakni NPT, atau non proliferation treaty. Perjanjian ini dibuat pada tanggal 1968 dan digelar dan disetujui oleh tiga negara besar, yakni Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Soviet. Pada perjanjian inemuata beberapa aturan, seperti tidak membicarakan hal nuklir,memperlihatkan perkembangan senjata nuklir, dan menjual senjata nuklir kepada negara-negara yang tidak mengembangkan nuklir.

Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan bahwa manusia bisa meminimalisir terjadinya perkembangan yang berakhir pada penggunaan senjata nuklir yang bisa menyebabkan perang nlir yang bisa menimbulkan dampak nuklir terhadap lingkungan apalagi dampak perang nuklir bagi Indonesia. Apalagi bisa dibayangkan apabila perlahan-lahan negara-negara di dunia ikutserta untuk mengembangkan senjata nuklir untuk digunakan sebagai senjata, maka manusia bisa menimbulkan kehancuran yang sangat besar bagi dunia.

2. Dibentuknya SALTS

Tanda lain dari ahir perang dingin adalah adanya SALTS. Selain dari pembatasan senjata nuklir, ada lagi satu perjanjian mengenai pembatasan persenjataan strategis yang dimuat dalam SALTS. Perjanjian ini memuat dua kali penandatanganan. Pada SALT pertama, berada pada kota Helskinki, Finlandia, yang mana perjanjian tersebut ditanda tangani oleh presiden-presiden Amerika Serikat dan juga Uni Soviet, Richard Nixon dan Leonid Brezhnev.

Kemudian, pergelaran SALT yang kedua berada di Swiss, tepatnya di kota Jenewa. Awalnya perjanjian ini sudah disetujui dan ditanda tangani oleh presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter, namun presiden Leonid yang mewakili Uni Soviet menanda tangannya di tempat yang berbeda, yakni pada kota Wina, Austria.

3. Perjanjian START dan SANWFZ

Beberapa tahun kemudian, timbul satu perjanjian lagi, yakni perjanjain START atau Strategic Arms Reduction Treaty. Sudah tertera jelas pada nama dari perjanjian ini, tujuan dari adanya hal ini adala untuk membatasi persenjataan antara Amerika dan Uni Soviet dengan cara mengurangi jumlah nuklir yang memiliki daya ledak pada jarak menengah. Hal ini digunakan untuk mengurangi potensi digunakannya persenjataan nuklir tersebut di masa yang akan datang, serta mengurangi ancaman yang ada pada negara tersebut yang bisa memberikan dampak ketakutan pada negara-negara lainnya. Pada awalnya hanya AS dan Unis Soviet saja yang setuju akan hal ini, namun perjanjian ini juga akhirnya menyebar dan akhirnya turut disetui oleh negara-negara lainnya. Hal itu merupakan efek yang sangat bagus untuk bisa mempertahankan perdamaian dunia.

Sponsors Link

Selain dari perjanjian START, pihak dari Asia Tenggara sendiri memiliki satu aturan lagi mengenai persenjataan ini, terutama untuk mengurangi resiko penjajahan lagi akibat dari Perang dunia, yaitu dengan dibentuknya Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone, atau zona bebas nuklir di Asia Tenggara. Selain dari adanya perajian mengenai Southeast Asia tadi, akhir dari perang dingin semakin diperas dengan adanya tanda tangan mengenai hal serupa pada benua lainnya, yaitu Eropa dan Afrika.

4. Penarikan tentara Uni Soviet

Peperangan sangat menguras sumber daya sebuah negara. Sebagai contoh saja, Uni Soviet yang mengalokasikan 11% dari pendapatan nasionalnya untuk disumbangkan kepad sektor persenjataan yang mana pendapatan tersebut berasal dari kegiatan ekspor minyak. Kekuatan sebuah negara mungkin bisa menjadi dua sebab khusus Perang Dunia 2 di Eropa, apalagi jika negara tersebut bisa sampai mempunyai  angkatan bersenjata terbaik di dunia dan personel militer terbaik di dunia. Namun, kegiatan ekspor tadi rupanya tidak mencukupi lagi bagi Uni Svet untuk terus memperkokoh persenjataannya. Akhirnya, Uni Soviet mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi senjata pada Eropa Timur, lalu menjalankan kebijakan lainnya yakni menarik tentara dari negara Afganistan. Dengan begitu, pengaruh dari Uni Soviet sendiri perlahan mulai runtuh seiring berjalannya waktu.

5. Perbaikan Hubungan Amerika Serikat dengan RRC Pada 1973

Banyak negara yang akhirna hidup harmonis ketika perang dingin berakhir. Mereka bisa sedikit toleran pada akhirnya. Contoh yang bisa kita ambil dari hal ini adalah hubungan dari Amerika Serikat yang mempunyai Militer Terkuat di Amerika Selatan dengan China. Denga menyadari keuntungan bisnis yang bisa diperoleh dari keduanya, maka mereka berusaha untuk melupakan masa lalu dan hidup untuk beberapa puluh berikutnya dengan saling bekerja sama dan membangun hubungan diplomatik yang baik. Hasilnya bisa kita lihat sekarang, beberapa perusahaan besar di bidang elektronik selalu menggunakan teknik out sourcing di China guna untuk mendapatkan biaya tenaga kerja yang murah. Rakyat China juga bisa mendapatkan lapangan pekerjaan yang layak pada akhirnya.

Sponsors Link

6. Uni Soviet Runtuh

Uni Soviet, sebuah negara yang memiliki diktator paling kejam di dunia, akhirnya mendapatkan suatu pengalaman berharga pada tahun 1991. Pada tahun tersebut, Uni Soviet resmi bubar, dan negara-negara yang berada pada naungannya seperti Rusia dan negara-negara lainnya, resmi merdeka. Dengan runtuhnya sebuah kekuatan besar ini, maka Perang Dingin yang berlangsung selama kurang lebih 45 tahun ini akhirnya berakhir.

Itulah tadi beberapa kejadian yang menandai akhir perang dingin yang akhirnya berhasil dicapai. Kekuatan besar menarik kekuatannya perlahan-lahan karena beberapa aspek, terutama kurangnya dana. Perang tersebut tentunya membawa efek yang sangat besar bagi negara, dan merugikan sektor ekonomi yang sangat difokuskan untuk mengembangkan kemiliteran pada saat era peperangan. Dengan tanda-tanda konflik yang mulai terlihat kembali pada era saat ini, semoga saja peperangan yang serupa dengan Perang Dingin ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.

, ,
Post Date: Monday 19th, March 2018 / 04:37 Oleh :
Kategori : Internasional